Jumat, 27 Maret 2026

Sempat Menghilang, Ajudan Wali Kota Medan Andika Serahkan Diri ke KPK

Administrator - Jumat, 18 Oktober 2019 17:22 WIB
Sempat Menghilang, Ajudan Wali Kota Medan Andika Serahkan Diri ke KPK

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Ajudan Wali Kota Medan bernama Andika menyerahkan diri saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Pemkot Medan pada hari ini, Jumat (18/10). Andika tampak mengenakan topi hitam dan memilih bungkam.

Andika sebelumnya sempat melarikan diri saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terkait kasus dugaan suap proyek dan jabatan 2014-2015 serta 2016-2021.

“Untuk Andika telah menyerahkan diri ke Polresta Medan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangannya.

Mengenai penggeledahan sendiri, KPK menyita sejumlah dokumen perjalanan dan barang bukti elektronik serta kendaraan.

Ruangan yang digeledah antara lain ruangan Bagian Umum yang berada di lantai 1, Ruangan Subbag Protokoler yang berada di ruang basement Pemkot Medan, lalu Ruang Asisten Umum dan Ruang Wali Kota Medan yang berada di lantai 2.

“KPK menyita dokumen perjalanan ke Jepang, dokumen lain yang terkait, barang bukti elektronik serta kendaraan salah satu staf pemerintahan kota Medan yang digunakan untuk menerima uang,” jelasnya.

Saat KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, ajudan yang bernama Andika sempat diberhentikan oleh Tim Penindakan KPK untuk diamankan beserta uang Rp50 juta. Namun, Andika berhasil melarikan diri.

Dia berusaha menabrak petugas KPK menggunaka mobil yang dikendarainya.

Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Kadis PUPR Isa Ansyari. Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Pemberian pertama terkait suap jabatan lantaran Dzulmi telah mengangkat Isa sebagai kepala dinas. Pemberian kedua terkait perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang yang juga membawa keluarganya.

Pada Juli 2019, Dzulmi melakukan perjalanan dinas ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan dinas dilakukan dalam rangka kerja sama ‘sister city’ antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang.

Dalam perjalanan dinas tersebut, di luar rombongan Pemerintah Kota Medan, Dzulmi mengajak serta istri, dua anak, dan beberapa orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Keluarga Tengku Dzulmi bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas. Selama masa perpanjangan tersebut, mereka didampingi Syamsul Fitri Siregar.(Cn/red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Darma Wijaya Sampaikan LKPJ 2025, IPM Sergai Meningkat Signifikan
Sinergi Layanan Kesehatan Diperkuat, Bupati Sergai Tekankan Pemerataan hingga Desa
Mahfud MD Apresiasi Rahmat Shah di HUT ke-15 Monumen Keadilan
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
komentar
beritaTerbaru