Jumat, 27 Maret 2026

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil, KAMMI Sumut Ajak Warga Sumut Jaga Kondusifitas

Administrator - Kamis, 17 Oktober 2019 15:50 WIB
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil, KAMMI Sumut Ajak Warga Sumut Jaga Kondusifitas

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, periode Tahun 2019-2024, yang akan berlangsung pada, Minggu (20/10/2019) mendatang, seluruh warga Sumatera Utara (Sumut) dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan mensukses pelantikan orang nomor satu dan nomor dua di Indonesia.

Himbauan itu disamkpaikan Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI SUMUT, Wira Putra di Sekretariat Pengurus Wilayah KAMMI SUMUT, Kamis (17/10/2019), menjelang pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih 2019.

Demisioner Presiden Mahasiswa USU itu juga menghimbau untuk menjaga pelantikan karena seluruh rangkaian panjang proses Pemilu sudah dilalui secara konstitusional dan hal tersebut sudah sesuai keputusan konstitusi dalam undang-undang yang telah diputuskan oleh KPU.

“Saya, selaku Ketua Departemen Kebijakan Publik PW KAMMI SUMUT bersama jajaran pengurus dan anggota mengajak seluruh warga untuk menjaga kondusifitas, kita sambut pelantikan Presiden pada, Minggu 20 Oktober nanti, dengan penuh suka cita dan mempererat kebersamaan kita,” kata Wira kepada wartawan.

Masih Wira, Presiden dan Wakil Presiden sudah dipilih melalui proses yang sangat panjang, menghabiskan anggaran Triliunan Rupiah, maka sudah seharusnya kita menjadikan momentum Pelantikan Presiden ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali cita-cita bangsa Indonesia yang dulu pernah ada untuk mensejahterakan seluruh masyarakat nya, pungkas Wira.

Koordinator Daerah Sumatera Utara BEM Seluruh Indonesia 2018 itu pun berpesan, tugas mahasiswa dan masyarakat sebagai kontrol sosial atas kebijakan pemerintah kedepan juga harus ditingkatkan agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik, namun tugas kita itu bukan pada tataran membuat suasana yang tidak kondusif pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, melakukan aksi anarkis, kegiatan yang meneror dan Radikal.

Mahasiswa dan masyarakat adalah sosial control bagi perjalanan pemerintahan yang baik dan tugas itu tidak boleh hilang demi kemajuan bangsa.

Namun beber Wira, tugas kita bukan pada posisi mengganggu ketertiban umum saat pelantikan Presiden berlangsung. Karena akan banyak dampak yang terjadi baik dari segi keamanan maupun perekonomian ketika kondusifitas pelantikan Presiden ini tidak mampu kita jaga dan sukseskan bersama.

“Aksi anarkisme dan terorisme juga tak layak menjadi sebuah kegiatan yang harus kita sanjung karena itu tak pernah diajarkan oleh Agama manapun,” ungkap Wira.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Darma Wijaya Sampaikan LKPJ 2025, IPM Sergai Meningkat Signifikan
Sinergi Layanan Kesehatan Diperkuat, Bupati Sergai Tekankan Pemerataan hingga Desa
Mahfud MD Apresiasi Rahmat Shah di HUT ke-15 Monumen Keadilan
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
komentar
beritaTerbaru