Kamis, 26 Maret 2026

Polda Sumut : Tewasnya Aktivis WALHI Sumut Karena Laka Tunggal

Administrator - Jumat, 11 Oktober 2019 11:28 WIB
Polda Sumut : Tewasnya Aktivis WALHI Sumut Karena Laka Tunggal

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyimpulkan dugaan sementara tewasnya aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Golfrid Siregar, akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal.

Setelah ditemukan tak berdaya di underpass Titi Kuning Jalan Tritura, Kamis (3/10/2019) dini hari lalu, barang-barang berharga milik korban seperti laptop, HP, dompet dan cincin diambil tiga dari lima pelaku.

Tiga tersangka sudah diamankan dan diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut, sementara dua lagi masih pengejaran. Lima orang ini adalah warga yang sebelumnya memberi pertolongan dan membawa korban ke RS Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan medis.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, ada 16 saksi diperiksa terkait kasus ini. Keterangan pun sudah didapat dari para saksi, mulai dari sebelum ditemukannya korban, saat dan setelah korban ditangani oleh pihak rumah sakit.

“Korban saat itu pamit dari rumah dan pergi ke rumah pamannya di Jalan Bajak I atas nama Kennedy Silaban. Dari sana dia balik pukul 23.50 WIB dan ditemukan di underapass dalam rentang waktu 00.15 s/d 00.30 WIB. Jadi ada 20 sampai 35 menit jarakanya, saat itu hujan kondisi jalan basah,” ujar Andi Rian, saat memberikan keterangan di Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).

Andi Rian mengatakan, dari saksi didapati keterangan jika korban keluar rumah mengenakan helm tidak terpasang penuh. Setelah olah TKP dan visum saat korban ditemukan, helm itu berjarak dari posisi korban.

“Ada memar di lengan sebelah kiri. Sepertinya ini tertekan helm yang diletak di tangan. Saksi yang dimintai keterangan ini termasuk istri, paman dan teman ‘minum’ korban. Dari perawat rumah sakit menyebut, mulutnya bau alkohol. Kemudian kita bertemu lagi dua saksi, teman minum sebelum korban jatuh,” kata Andi Rian.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini yang ikut saat memberikan keterangan menambahkan, korban saat berada di RS Mitra Sejati mengalami luka pada mulut, kuping dan hidung mengeluarkan darah. Kemudian mata lebam, ada goresan di jari kaki sebelah kanan, siku kiri lebam bukan luka gores.

“Korban kemudian dibawa ke RSUP H Adam Malik. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari di sana, korban dinyatakan meninggal dunia, Minggu (6/10/2019),” kata Kasat Lantas Polrestabes Medan.

Beberapa saat kemudian, pihaknya yang melakukan olah TKP mendapat keterangan dari pasangan suami istri, jika saat kejadian ada keramaian warga persis di depan rumahnya. Kemudian pasangan suami dan istri itu melihat ada seseorang tergelatak.

“Saat warga berkerumun, satu becak berputar arah dan membawa korban ke RS Mitra Sejati. Dari tubuh korban, banyak luka-luka di sebelah kanan, kepala dan dari sisi kendaraan. Kemudian pijakan rem belakang sebelah kanan. Stang kanan mengalami gesekan. Ini dugaannya korban jatuh ke kanan,” kata AKBP Juliani.(W05/W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Darma Wijaya Sampaikan LKPJ 2025, IPM Sergai Meningkat Signifikan
Sinergi Layanan Kesehatan Diperkuat, Bupati Sergai Tekankan Pemerataan hingga Desa
Mahfud MD Apresiasi Rahmat Shah di HUT ke-15 Monumen Keadilan
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
komentar
beritaTerbaru