Kamis, 26 Maret 2026

Alamp- Aksi Demo, " Dokter Urusi Pariwisata Apa Kata Dunia ?"

Administrator - Kamis, 03 Oktober 2019 11:42 WIB
Alamp- Aksi Demo,

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp-Aksi) berunjukrasa di depan gedung DPRD, Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Kota Medan, Kamis (3/10/2019).

Belasan mahasiswa menuntut kepada anggota dewan dan Gubsu untuk segera melakukan monitoring atau pengawasan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Ria Telaumbanua.

Mereka merasa tidak relevan bila seorang dokter menjabat sebagai kepala dinas tersebut. ” dokter mengurusi Pariwisata apa kata dunia? Dalam poster yang dibawa mahasiswa. “Kami melihat tidak adanya kecocokan untuk seorang dokter memimpin dinas tersebut,” kata Koordinator Aksi Arhan.

Lalu, Eka mengatakan, Ria Telaumbanua pernah terlibat dalam kasus dugaan korupsi di satu rumah sakit swasta Sumut. Saat itu, sambung Eka Ria Telaumbanua menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut). dokter Ria Telaumbanua, saat menjabat Direktur RSUD Djasamen Saragih didugaan terlibat korupsi bangsal di RSUD dr Djasamen Saragih yang dananya bersumber dari APBD 2012 senilai Rp 4 miliar sampai saat ini tidak jelas tindakan aparat penegak hukum.

Karena dinilai tidak tepat dan terlibat korupsi, Eka Armada meminta kepada para anggota dewan segera merekomendasikan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Kepada Gubsu Edy Rahmayadi meminta agar penempatan Kadis Pariwisata Sumut Ria Nofida Telaumbanua agar dievaluasi dengan menempatkan pejabat yang memiliki keahlian di bidang Pariwisata Sumut demi mewujudkan Sumut bermartabat. Atas aksi tersebut Anggota terpilih dari Fraksi PAN M Faisal yang turun menemui para pengunjukrasa langsung menerima aspirasi mereka. M Faisal mengatakan, hal ini akan menjadi perhatian serius bagi DPRD SU dan akan segera kami tindak lanjuti setelah Alat Kelengkapan Dewan terbentuk, ucapnya.

Sementara itu di kantor Gubsu para pengunjuk rasa diterima Kasubag Humas Salman dan mengatakan, penempatan Dr Ria Nofida Telaumbanua merupakan hak prerogatif dari Gubsu dan Dr. Ria memiliki nilai yang lebih tinggi dari yang lain. Hal ini menurut kami seakan mengisyaratkan bahwa seorang dokter memiliki kemampuan yang lebih untuk mengurusi pariwisata di Sumut ketimbang orang yang memiliki latar belakang pariwisata sendiri, ucap Salman.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
Polda Sumut Bongkar Judol Jaringan Kamboja, Amankan 19 Tersangka
Polsek Medan Area Tangkap Residivis Pencurian Uang Digunakan untuk Beli Sabu dan Main Judi Online
Dukung Akses Warga, Polresta Deli Serdang Laksanakan Renovasi Jembatan Presisi Merah Putih Kuala Sabah
Polda Sumut Bongkar Judol Jaringan Kamboja, Amankan 19 Tersangka
komentar
beritaTerbaru