Medan I SUMUT24.CO
Manajer Investasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) Lazarus Bambang menyebut Pulau Sumatera mendapat jatah terbanyak dari proyek strategis nasional (PSN).
Baca Juga:
“Ada 67 PSN di Pulau Sumatera, terbanyak dari sisi kuantitas apabila dibandingkan dengan pulau lain,” ujarnya saat Seminar Tinjauan Infrastruktur Sumut 2019 yang digelar Ikatan Alumni ITB, di Hotel Grandika, Jalan Dr Mansyur, Medan, Selasa (18/12).
Namun, kata dia, dari sisi jumlah nominal Pulau Jawa masih yang terbanyak dengan nilai Rp 1.065 triliun. Sedangkan pulau Sumatera berkisar Rp 638 triliun.
Lasarus menilai pemerintah daerah (Pemda) tidak boleh alergi dengan sistem KPBU (kerja sama pemerintah badan usaha). Sebab, dengan sistem KPBU proyek infrastruktur bisa dikebut pembangunannya.
Kata dia, ada beberapa yang proyek yang bisa di KPBU, seperti jalan arteri, sekolah, rumah sakit. “Misalkan kalau mau bangun rumah sakit pakai APBD bisa 3 atau 4 tahun lagi. Dengan KPBU bisa dimulai tahun ini juga, makanya jangan alergi dengan KPBU,” paparnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung Sumut, Ahmad Prawira Mulia Tarigan membuka acara Seminar Infrastruktur menuju Sumut Bermartabat Bertema “Percepatan Penyediaan Infrastruktur Menuju Sumut Bermartabat”.
Menurut Wakil Ketua IA ITB Sumut, Ahmad Prawira Mulia Tarigan, dalam kaitan Sumut Bermartabat, diundang seluruh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten/kota menjadi peserta. Juga asosiasi-asosiasi pelaku pembangunan infrastruktur dan akademisi berbagai perguruan tinggi di Sumut.
Diantaranya yang menjadi topik pembicaraan di seminar yang semula direncanakan menghadirkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebagai pembicara kunci ini, adalah pembiayaan pembangunan infrastuktur dengan menggandeng badan usaha sebagai partner. Atau dikenal dengan istilah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU).
“Di Kota Medan ada beberapa proyek yang dikerjakan dengan skema KPBU, salah satunya upgrading kapasitas RSU Pirngadi Medan,” ujar Ahmad.
Sejalan dengan program pembangunan infrastruktur yang dijalankan Presiden Jokowi, terangnya, hal itu akan mendorong kemajuan bangsa. Tidak ada negara yang maju tanpa pembangunan infrastuktur yang gencar dilakukan secara terus menerus.
Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Sumatera Utara berharap seminar bisa memperkuat semangat para engineer atau teknisi untuk berkontribusi membangun infrastruktur di Sumut. Untuk Sumut Bermartabat.
Tuntaskan PLTA Batangtoru
Salah seorang Panitia Seminar IA ITB Sumut Syafri Lubis mengatakan soal PLTA Batangtoru, sebagai anggota dan pengurus IA ITB Sumut punya tanggungjawab yang besar agar proyek ini bisa berlangsung dan berjalan dengan baik.
Sementara panitian lainnya, Ihsan mengatakan soal PLTA Batangtoru, “kita lihat sebenarnya sebagai alumni dari IA ITB Sumut, punya tanggungjawan besar. Untuk mencari solusi agar persoalan PLTA Batangtoru, kita cari informasi sebenarnya. Bahkan kita sengaja mengundang semua pihak untuk melakukan sharing. Baik dari IA ITB Sumut, alumni lainnya, pakar, ilmuan dan lainnya.
“Sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana mencari solusi agar persoalan PLTA Batangtoru bisa terselesaikan dan tak ada satu pihakpun yang dirugikan. Harapan kita semua, persoalan tersebut tuntas secepatnya,” ujar Ihsan. (R03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News