Jumat, 20 Maret 2026

Wartawan dan Biro Humas, Kunjungi Jejak Sejarah Istana Baso Pagaruyung Pemersatu Suku Minang

Administrator - Senin, 26 November 2018 15:36 WIB
Wartawan dan Biro Humas, Kunjungi Jejak Sejarah Istana Baso Pagaruyung Pemersatu Suku Minang

TANAH DATAR I SUMUT24.co Kunjungan wisatawan baik mancanegara dan lokal ke Istana Baso Pagaruyung terlihat masih seperti biasa. seperti hari-hari kerja kebanyakan Istana Pagaruyung dikunjungi wisatawan dari luar daerah Sumbar alias wisatwan lokal. Seperti halnya Wartawan unit Kantor Gubsu yang sengaja mengunjungi Istana Baso Pagaruyung sesuai agenda yang telah dijadwalkan. kunjungan para wartawan berbagai media cetak, elektronik dan Media online sangat antusias ingin mengetahui jejak sejarah mulai pembangunan dan terbakarnya Istana Baso Pagaruyung tersebut. Salah seorang Wartawan Media cetak Irwan Ginting didampingi rekan media lainnya mengatakan, Wartawan unit Kantor Gubsu bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu yang dipimpin Kabag Pelayanan Media dan Informasi Harvina Zuhra dan Kabag Humas Indah Dwi Kumala sengaja melakukan program pengayaan wawasan wartawan 2018, yang kali ini mengunjungi berbagai tempat wisata di Sumbar salah satunya Istana Baso Pagaruyung. dimana agenda utamanya adalah mengunjungi Pemprov Sumbar untuk studi banding mengenai Kompetensi Wartawan. sebagai wartawan kita juga ingin mengetahui tentang adat dan budaya dan wisata di bumi minang kabau sehingga kita mengunjungi Istana Pagaruyung yang megah ini, ucapnya.

Baca Juga:

Sementara itu juga, Salah seorang Wisatawan Lokal asal Pekan Baru Hendra mengatakan, Kebetulan ada acara di Sumbar tentang kedinasan. sebelum acara malam, kami sempatkan berkunjung ke istana pagaruyung yang indah ini, ucapnya. Sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pagaruyuang bersama rombongan karena ingin melihat berbagai kemegahan bangunan istana.  “Bangunan Istana Pagaruyung sangat unik, saya beserta kerabat juga dapat mengabadikan momen di luar istana maupun di dalamnya.  Serta mengenal dan mengetahui sejarah Pagaruyuang itu sendiri” ujarnya.

Objek wisata Istana Pagaruyung ini memang sangat cocok untuk wisata keluarga. Orang tua pun dapat memberikan dan pemahaman kepada anaknya tentang sejarah masa lampau, dengan tujuan agar sejarah yang ada tak tenggelam dengan zaman yang terus berubah.

Sebelumnya diketahui, Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. istana Basa ini berjarak lebih kurang 5 kilometer dari pusat kota Batusangkar. Istana ini merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. Istana Baso Pagaruyung merupakan pusat pengembangan adat dan budaya minangkabau serta pemersatu suku minang di Sumatera Barat, ucap Pengamat Pariwisata Sumbar Septian Suheri kepada Wartawan di Istana Baso Pagaruyung, Senin (26/11). Menurutnya, istana pagaruyung dilengkapi dengan berbagai fasilitas sehingga tempat ini dapat dijadikan sebagai museum terbuka yang dapar dikunjungi semua orang setiap saat. tempat ini akan dijadikan sebagai pusat pengembangan adat dan budaya minangkabau. kemudian tempat diselenggarakan acara-acara adat dan kebudayaan.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa yang asli terletak di atas bukit Batu Patah dan dibakar habis pada tahun 1804 oleh kaum paderi yang kala itu memerangi para bangsawan dan kaum adat. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istana Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Prabowo dan Megawati Bersilaturahmi Jelang Idulfitri 1447 H di Istana Merdeka
Kapolda Sumut Cek Arus Mudik di Labusel, Pantauan Real Time Andalkan Google Maps dan CCTV
RAMADHAN KE-29, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN TAKJIL DAN SEMBAKO UNTUK PEKERJA JALANAN DI MEDAN AREA
Diujung Ramadan, Anto Genk dan Ari Sinik Kenang Jejak Jurnalistik Bersama
Kapolda Sumut Pantau Arus Mudik via Patroli Udara, Pastikan Jalur Aman dan Lancar
Kapolda Sumut Tinjau Pos Pam di Labuhanbatu, Pastikan Operasi Ketupat Toba 2026 Siap Amankan Arus Mudik
komentar
beritaTerbaru