Prabowo dan Megawati Bersilaturahmi Jelang Idulfitri 1447 H di Istana Merdeka
Jakarta Sumut24.coPada hari ke29 bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan P
News
MEDAN I SUMUT24.co Tadi malam saya terperangan ketika seorang tokoh bermarga Situmorang mengirimkan sebuah tautan berita berisi infromasi rencana penabalan marga Siregar kepada Joko Widodo. Saya merenung. Jenis krisis apa yang sedang terjadi pada suku bangsa kami ini, khususnya marga kami Siregar ini? Saya keberatan, ucap Pengamat Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (26/11). Menurutnya, Mengapa saya tidak setuju dan bahkan menolak rencana penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo?. Pernah ada kesempatan emas yang datang sebelumnya, tetapi sayang sekali tidak dimanfaatkan. Momentum itu begitu sakral, bukan saja karena dari sudut budaya dapat diapresiasi sebagai peristiwa penting, tetapi juga karena pada saat itu Joko Widodo menikahkah puteri tunggalnya dengan seorang pemuda asal kota Medan bermarga Nasution.
Baca Juga:
Waktu itu penabalan marga hanya dilakukan kepada puteri tunggal Joko Widodo. Ibu kandung dari pemuda bermarga Nasution itu adalah boru Regar. Jadi pilihan marga Siregar untuk puteri Joko Widodo memang tepat menurut adat Dalihan Na Tolu.
Padahal, jika saat itu Joko Widodo yang beroleh kesempatan penabalan marga Siregar, tidak saja puterinya, bahkan cucunya pun secara genealogis dapat dimaknai sudah memenuhi syarat memakai marga Siregar.
Teringat ketika pelaksanaan salah satu acara perayaan pernikahan puteri tunggalnya yang dilaksanakan di Medan itu (ngunduh), Joko Widodo malah datang dengan berkenderaan kebesaran Jawa Solo, Kreta kencana, sebanyak 7 buah. Jadi, jangankan untuk mengapresiasi marga, Joko Widodo malah membawa kebesaran budayanya. Ini memang bukanlah sebuah kontestasi, dan sah-sah saja dengan biaya mahal 7 kreta kencana itu dikarnavalkan di Medan.
Jika kini ada agenda penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo, agenda apa jika bukan politik? Ini tidak bagus. Sayang sekali marga menjadi komoditas politik.
Satu lagi. Cukup aneh bagi saya di dalam berita itu diceritakan bahwa yang memberi penjelasan atas rencana penabalan marga bagi Joko Widodo itu adalah menantu Joko Widodo yang bermarga Nasution. Makin runyam. Atas dasar apa dia semaju itu? Biar pun ibunya boru Regar, mestinya ia harusfaham hanya sebagai anak boru bagi marga Siregar. Jangan merasa seperti primus interpares di tengah Siregar. Fahamilah falsafahadat Dalihan Na Tolu.(W03)
Jakarta Sumut24.coPada hari ke29 bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan P
News
Kapolda Sumut Cek Arus Mudik di Labusel, Pantauan Real Time Andalkan Google Maps dan CCTV
kota
RAMADHAN KE29, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN TAKJIL DAN SEMBAKO UNTUK PEKERJA JALANAN DI MEDAN AREA
kota
Medan Suasana penghujung Ramadan dimanfaatkan dua sahabat lama di dunia jurnalistik, Rianto SH MH yang akrab disapa Anto Genk dan Azhari
News
Kapolda Sumut Pantau Arus Mudik via Patroli Udara, Pastikan Jalur Aman dan Lancar
kota
Kapolda Sumut Tinjau Pos Pam di Labuhanbatu, Pastikan Operasi Ketupat Toba 2026 Siap Amankan Arus Mudik
kota
Paman Polda Sumut Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Toba 2026 di Polresta Deli Serdang
kota
Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Dugaan Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp.28 Miliar
kota
sumut24.co BATUBARA, Menyambut Idul Fitri 1447 hijrah, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberangkatkan 140 pemudik dalam program Mud
News
Sergai sumut24.co Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memanfaatkan momentum bul
News