MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Bahasa jurnalistik merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia dimana bahasa jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tersendiri yang membedakannya dengan ragam bahasa lain. Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang, waktu), bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas yaitu singkat, padat, sederhana, jelas dan lugas.
Yang terpenting, bahasa jurnalistik harus mampu menyampaikan informasi dan mampu menarik perhatian pembaca. Namun, sesungguhnya bahasa jurnalistik tidak meninggalkan kaidah yang dimiliki bahasa Indonesia baku.
Untuk memberi penyegaran dan meningkatkan pemahaman wartawan atau redaktur dalam pemakaian bahasa Jurnalitik, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara akan menyelenggarakan Workshop Bahasa Jurnalistik yang bertajuk “Bahasa Menarik Minat Pembaca”, pada Rabu (22/11) di Gelora Ballroom Hotel Madani Medan.
Workshop yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, akan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Yakni, Ahmad Djohar (Wakil Ketua Dewan Pers/Ketua Harian SPS Pusat, Wakil Pemimpin Umum Harian Bisnis Indonesia) dan Tengku Syarfina M Hum (Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara).
Ketua SPS Cabang Sumatera Utara H Farianda Putra Sinik SE mengatakan, wartawan dan redaktur memilki peranan yang sangat penting dalam pengembangan bahasa di masyarakat. Seorang wartawan atau redaktur harus memiliki wawasan berbahasa, agar informasi yang disajikan kepada khalayak mudah diterima dan dimengerti. “Bahasa yang disajikan berperan menarik minat pembaca,” ujar Farianda.
Terkait dengan itu, Farianda menghimbau para pimpinan Media di Sumatera Utara agar dapat mengutus wartawan atau redakturnya untuk mengikuti workshop ini. ‘’Workshop ini bagian dari program SPS Sumut untuk meningkatkan kualitas dan daya saing penerbitan Surat Kabar di Sumatera Utara,’’sebutnya. (R01)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News