MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Alumni SMAN 13 Medan menggelar aksi terkait adanya sikap diskriminasi yang dilakukan oleh guru di sekolah, terhadap siswa PPDB. Menurut para alumni, adanya sikap diskriminasi itu tentu dapat mengganggu mental para siswa, dan bisa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini disampaikan Koordinator Aksi, Yudi kepada SUMUT24, Kamis (12/10).
“Kita tidak ingin adik-adik kita terganggu proses belajarnya di sekolah. Ini adalah bentuk perhatian para alumni yang tidak mau melihat sekolah SMAN 13 Medan dalam keadaan kondusif atas perlakuan guru yang mendiskriminasi siswanya untuk keluar dari sekolah,” ujar Yudi yang merupakan alumni 2014-2017.
Ditambahkannya, dirinya dan kawan-kawan juga merasa kesal aksinya ini tidak dihadiri Plh Kepsek SMAN13 Medan Ramzah Ram. Namun meski begitu, bentuk aksi ini ditanggapi para guru di sekolah tersebut.
“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat ditanggapi para guru, dan Plh Kepsek dapat mendengarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMAN 13 Medan, Ishak Nasution menambahkan, apa yang dilakukan para alumni ini merupakan bentuk panggilan jiwa mereka yang tak ingin suasana sekolah terpecah belah.
“Ini merupakan langkah positif yang dilakukan alumni. Kita juga ingin masalah ini ditindak segera mungkin, supaya sekolah bersemi kembali,” tambah Ishak. (W07)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News