Selasa, 17 Februari 2026

Sedih.!! Rayhan Lubis Derita Penyakit Langka "Ingin Sembuh dan Sekolah "

Administrator - Sabtu, 24 September 2022 13:43 WIB
Sedih.!! Rayhan Lubis Derita Penyakit Langka

Madina, Sumut24.co

Baca Juga:

Hati kecil ingin menangis saat berkunjung disalah satu desa Kampung Padang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut),dimana terdapat adik kecil usia 9 tahun Mhd Rayhan Lubis menderita penyakit kulit langka, Sabtu (24/9/22).

Penyakit kulit yang di derita Rayhan sudah dari usia 4 hari usai Rayhan dilahirkan,dimana saat itu orang tua Rayhan sama sekali tidak mengetahui bahwa buah hati nya mengalami penyakit kulit,

Ayah Rayhan bernama sabaruddin Lubis bekerja hanya sebagai petani yang berpenghasilan rendah dan hanya cukup untuk makan sehari-hari sedangkan ibunya yang bernama Gustina tidak punya pekerjaan sama sekali dan hanya dirumah mengurus anak-anaknya.

Saat Gustina bercerita kepada awak media, anaknya lahir dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apa pun. Penyakit yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya itu bermula saat anaknya berusia 4 hari.

“Awalnya kami bawa ke rumah sakit. Waktu itu, pihak rumah sakit (RSUD Panyabungan) mendiagnosis anak kami kurang gizi, tapi setelah sekitar satu minggu dirawat diagnosa itu gugur,” ujarnya yang ditemui di kediamannya,

Gustina memaparkan, anaknya mendapat perhatian dari beberapa pihak, tapi sampai hari ini belum ada perubahan. “Kemarin dibawa ke Rumah Sakit Inanta di Padangsidimpuan. Biayanya dari pihak kepolisian. Di sana kami seminggu lebih dan disarankan berobat ke Medan,” terangnya.

Istri dari Sabaruddin Lubis ini mengungkapkan, keluarganya berniat membawa sang anak ke Medan untuk berobat, tapi terkendala biaya.

“Kami disuruh Pak Camat dan kepala desa berangkat ke Medan, katanya pakai uang sendiri dulu, tapi kami tak punya. Untuk makan saja masih susah,” sebutnya.

Saat ini Gustina hanya mengandalkan obat gatal dan vitamin yang diberikan pihak Puskesmas. “Untuk obat gatal saja dan vitamin. Kalau obat penyakitnya belum ada, obat itu (obat gatal dan vitamin) kami terima per minggu,” tambahnya.

Disisi lain, saat Rayhan di gendong Gustina, Rayhan menangis sama Gustina, ia ingin sembuh dan sekolah

“Rayhan sering lihat saudara seusianya pergi sekolah dan ia sangat ingin sekolah dan sembuh seperti saudara Rayhan lainnya, ” Ujar Gustina sambil bersedih

Terkait BPJS, Gustina mengaku telah mengurus sejak anaknya berusia 9 bulan. “BPJS ada, tapi kan kalau misalnya kami berobat ke luar daerah tetap butuh biaya. Apalagi sekali berobat tidak bisa satu dua hari,” jelasnya.

Gustina mengungkapkan, penyakit yang diderita anak ketiganya itu awalnya berupa ruam yang kemudian menimbulkan luka seperti luka bakar. “Itu menjalar, tapi tidak menular kepada orang lain,” lanjutnya.

Gustina berharap pemerintah baik di tingkat daerah maupun di tingkat provinsi dan pusat memberi perhatian terhadap anaknya sehingga bisa berobat sebagaimana seharusnya. “Kalau uangnya ada ke manapun akan kami bawa berobat sebagai ikhtiar agar anak kami ini sembuh dan bisa sekolah sebagaimana anak seusianya,” tutup ibu 4 orang anak ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru