Medan | SUMUT24
Baca Juga:
Walikota Tangjungbalai, Muhammad Syahrial mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungbalai agar bersama-sama menjaga Kota Tanjungbalai yang sudah normal dan kondusif. Masyarakat dipersilahkan untuk beraktifitas kembali seperti biasanya.
“Kota Tanjungbalai sudah aman dan kondusif. Seluruh masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa, sekaligus tertap menjaga kekondisifan Kota Tanjungbalai,” ujar Walikota Tanjungbalai, M Syahrial kepada SUMUT24, Minggu sore (31/7).
Lebih lanjut ditegaskan M Syahrial, adapun rumah ibadah yang dibakar dan dirusak sudah dibersihkan, juga rumah ibadah lainnya yang ikut diamuk massa. Kemudian kita akan evaluasi dan melakukan pendataan kepada oknum-oknum yang tertangkap di lapangan dan pekaku yang sudah ditetapkan. Bila oknum itu benar-benar terbukti agar aparat kepolisian segera mengusutnya dan diproses secara hukum. Kita sudah beri tanda khusus kepada mereka-mereka yang berbuat kerusuhan. Kita juga sudah melakukan kordinasi dengan Forum Umat Kerukunan Beragam (FKUB) Sumut di Mapoldasu kemarin,” ujar M Syahrial.
Masih dikatakan Walikota Tanjungbalai ini, pihaknya juga sudah mengumpulkan dan menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan di Kota Tanjungbalai, untuk terus menjaga keamanan dan kekondusifan yang sudah ada. “Kita instruksikan kepada seluruh camat, lurah dan kepling untuk terus menghimbau warganya agar jangan mudah terprovokasi dengan hasutan SARA dan bersama-sama menjaga kerukunan beragama di Kota Tanjungbalai. Kerusuhan berbau SARA ini sudah menjadi isu nasional dan jangan jangan terulang kembali. Marki kita beraktivitas seperti biasa kembali,” pinta M Syahrial.
Sebelumnya, Walikota Tanjung Balai, M Syahrial mengatakan, seluruh unsur masyarakat Tanjung Balai telah berkomitmen proaktif menjaga stanilitas keamanan, ketertiban dan kerukunan umat beragama di Kota Tanjung Balai, Sabtu (30/7), pasca terjadinya kerusuhan dan perusakan rumah ibadah Klenteng dan Vihara.
“Ada 10 unsur yang ikut menandatangani pernyataan sikap dan komitmen. Baik dari tokoh lintas agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ini langkah yang kita harapkan dapat meredam kerusuhan lanjutan,” harap Syahrial.
Syahrial juga menyebutkan, seluruh pihak telah sepakat menahan diri demi terciptanya ketertiban di Tanjung Balai, pasca kerusuhan yang menyebabkan perusakan 9 rumah ibadah agama Budha.(R01)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News