Ade Jona: HIPMI Sumut Harus Rendah Hati dan Jadi Solusi Ekonomi Daerah
Medan, Sumut24.co Ketua Dewan Pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, menegaskan pentingnya
News
Medan | Sumut24 Naiknya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging, gula dan lainnya, disinyalir dampak dari ketidakberesan pemerintah dalam manajemen stok pangan tersebut. “Kenaikan harga ini terus terjadi setiap tahunnya menjelang puasa dan lebaran,” hal ini diutarakan Kepala Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Medan, Abdul Hakim Pasaribu.
Baca Juga:
“Dari tahun ke tahun memang selalu mengalami persoalan kenaikan harga. Dimana, permintaan terus naik sehingga berdampak kepada harga. Kita pun terus memantau setiap harinya harga-harga, bagaimana perkembangannya. Namun, naiknya harga ini dinilai akibat manajemen stok yang perlu diperbaiki,” kata Abdul, Rabu (22/6).
“Manajemen stok dimaksudnya, yaitu kita punya barang tetapi pada saat dilihat di lapangan ternyata kesulitan untuk menunjukkan barang itu ada atau tidak. Jadi, yang perlu diperhatikan disini adalah tingkat keandalan data yang diberikan kepada pemerintah supaya dalam mengambil kebijakan lebih tepat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, buktinya pemerintah mengimpor daging sapi dari Australia. Ini berarti menunjukkan bahwa sebenarnya pemerintah juga kurang tepat melakukan pemotongan kuota sapi tersebut.
Disinggung terkait permintaan pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi per kg yang dinilai bakal berdampak terhadap pedagang daging dan nantinya mematikan usaha mereka.
Abdul menilai itu tidak mematikan usaha pedagang. Menurut kajian pihaknya, saat ini pemerintah sedang berusaha mengantisipasi kenaikan harga daging sapi tersebut dalam jangka pendek.
“Selain itu, peternak sapi dengan komoditas lainnya berbeda. Sebab, komoditas lainnya menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Sedangkan peternak sapi sebagian besar masyarakat belum menjadikan mata pencaharian utama atau musiman. Para peternak menjadikannya sebagai alat investasi suatu ketika mereka membutuhkan biaya dalam jumlah besar. Misalnya, seperti memanfaatkan momen hari raya kurban dan lebaran,” ujarnya.
Lebih jauh Abdul menyebutkan, terkait harga gula, pemerintah harus berhati-hati. Karena, gula selalu impor dan ada resistensi dari petaninya. Namun, dari pemantauan pihaknya gula ini bisa dibilang tersebar penguasaan pasokannya. Akan tetapi, penetapan harga dasar gula itu yang mungkin bisa memicu kenaikan harga gula dipasaran.
Satu lagi, memang betul pada musim puasa konsumsi gula meningkat. Sebab, masyarakat sebagian besar membuat kue dan makanan yang manis-manis. Sehingga mau tidak mau permintaan meningkat sementara stok kurang. Artinya, dorongan itu sangat kuat.(W04)
Medan, Sumut24.co Ketua Dewan Pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, menegaskan pentingnya
News
Pelantikan HIPMI Sumut 2026, Ade Jona Prasetyo Ingatkan Pengusaha Muda Tetap Rendah Hati
kota
Massa PBH Anak Bangsa Tabagsel Datangi Kejari dan PN Padangsidimpuan, Desak Transparansi Kasus Meski Korban Sudah Cabut Laporan
kota
Polres Padangsidimpuan Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Hotel Lancar, Masyarakat Dihimbau Waspada
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Negeri Medan (Unimed) mewisuda sebanyak 1.046 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Audito
kota
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota