Hari Ini, 273.187 Siswa SMP Ikuti UN, Abyadi: Ombudsman Laporkan Kecurangan ke Mendiknas

MEDAN | SUMUT24

Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat hari ini, Senin (9/5) serentak digelar di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan, termasuk seluruh daerah Indonesia. UN yang diselenggarakan selama tiga hari (9-12 Mei) ini pelaksanaannya dengan dua metode, tertulis dan berbasis komputer.

Peserta UN SMP sederajat tahun ini diikuti sebanyak 271.261 siswa. Dengan rincian, 204.768 ujian tertulis dan 1.886 berbasis komputer. “Yang mengikuti Ujian Berbasis Komputer (UNBK) hanya 14 sekolah di Sumut,” kata  Plt Kadisdik Sumut Dr Arsyad Lubis MM didampingi Ketua Panitia UN Sumut 2016 Dra Yuniar MPd kepada SUMUT24, Minggu (8/5).

Menurutnya, UN  Online dan UN manual tingkat SMP /MTs/SMPT dan SMPLB serta UN Paket B setara SMP tahun ini akan digelar selama 4 hari (9-12 Mei)  diikuti sekira 271.261 orang dengan mata pelajaran atau bidang studi diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Djelaskan, dari 14 SMP sebagai peserta UNBK di Sumut terdapat 2 sekolah di Kota Medan (SMPS Singapore Indonesian School dan SMPS Medan Independent Scholl),  2 sekolah di Tebing Tinggi (SMPN 1 dan SMPN 4), 4 sekolah di Deli Serdang (SMPS Chandra Kusuma, SMPS Awal Karya Pembangunan Galang, SMPS Harapan 3, SMPS Nasional Plus Cinta Budaya-Chong Wend an SMPS Smart), 1 sekolah di Tapanuli Tengah (Tapteng) (SMPS Al – Muslimin Pandan), 1 sekolah di Asahan (SMPN 6 Kisaran), 1 sekolah di Madina (SMPN 5 Penyabungan, 1 sekolah di Serdang Bedagai (Sergai) (SMPN 3 Perbaungan) dan dan 1 sekolah di Nias Barat (Nisbar) (SMPN 3 Lolofitu Moi).

Lebih lanjut dijelaskan,  berdasarkan data rekapitulasi peserta UN manual tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) diikuti 204.768, UN online berjumlah 1.886 orang, MTs (Madrasah Tsanawiyah) sebanyak 59.475. SMPT (Sekolah Menengah Pertama Terbuka) 1.144 orang, SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa) 69 dan UN Paket B sekira 3.919 orang.

Terpisah Kadisdik Kota Medan Drs H Marasutan Siregar MPd didampingi Ketua Panitia UN Kota Medan, Drs Masrul Badri MPsi menjelaskan, peserta UN tingkat SMP dan UN Paket B di Kota Medan berjumlah 87.153 orang dengan penyelenggara 864 sekolah.

Katanya, tahun ini SMP di Kota Medan belum siap menggelar UNBK atau UN Online karena keterbatasan jumlah komputer dan komputer yang tersedia tidak memadai, dimana idelnya minimal 1 banding 3 dari jumlah peserta.

“Misalnya ada 210 siswa peserta ujian, maka minimal harus ada 70 unit komputer dan harus ada cadangannya & tidak bisa pas-pasan sehingga kesiapan pelaksanaan UNBK atau UN Online harus mencermati sisi komprehensifnya,” jelasnya.

Menurut jadwal yang sudah disiapkan Disdiksu direncanakan Plt Kadis akan meninjau pelaksanaan UN di SMPN 1 Medan, SMP Harapan Jalan Imam Bonjol dan Global. Namun ditambahkan Ketua UN Disdiksu Hj. Yuniar, “pemantauan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, disesuaikan dengan jadwal Plt kadis,” ujar Yuniar.

Terkait pelaksanaan UN Anggota DPR, Sofyan Tan menuturkan jika dibandingkan dengan kota besar lainnya di Indonesia, angka integritas yang dicapai siswa-siswa di kota Medan cukup memalukan. Seharusnya, lanjut dia, kota Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, harus dibarengi dengan integritas UN yang bagus. “Terlebih dalam pelaksanaan UN, sudah seharusnya berbasis komputer, tidak hanya satu sekolah saja (SMAN 1 ) . Pemerintahan di Medan harus memberikan perhatian serius untuk ini,” katanya.

“Nilai integritas UN kota Medan hanya 40,43%, artinya para pelajar kota Medan integritasnya rendah. Ujian banyak yang nyontek,” jelasnya.

Dijelaskan Sofyan Tan, pemerintah kota Medan harus menyediakan sumber daya manusia yang baik dalam dinas pendidikan. Orang-orang yang duduk di kursi jabatan birokrasi, harus paham dengan betul pendidikan. Terlebih, sambungnya, dengan rendahnya integritas siswa dalam pelaksanaan UN, nilai uji kompetensi guru juga rendah. Berada di ranking ketiga di Sumatera Utara (Sumut), atau dibawah kota Binjai dan Tebing Tinggi.

“Nilai Uji Kompetensi Guru di Medan, berada di posisi ketiga dengan angka 56,31%. Nilai ini masih dibawah nasional yang 56,69%,” tuturnya.

Ombudsman Laporkan Kecurangan ke Mendiknas

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengaku sudah memaparkan sejumlah temuan dalam pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat di Sumut, kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Anies Baswedan, Rabu (4/5) dalam rapat bersama.

Abyadi menjelaskan rapat yang digelar Ombudsman pusat bersama Mendiknas tersebut membahas temuan-temuan Ombudsman se-Indonesia terkait pelanggaran dalam pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat pada 4-7 April 2016 lalu. Termasuk temuan dugaan kunci jawaban yang ditemukan Ombudsman Sumut di SMAN 2 Medan.

Selain dugaan kebocoran soal dan dugaan beredarnya kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ombudsman juga menyampaikan pelanggaran POS UN, yakni masuknya para pejabat ke dalam ruangan ujian saat ujian sedang berlangsung. Kemudian adanya peserta ujian membawa telepon genggam ke ruang ujian, dan pengawas yang menggunakan HP dan membaca koran/majalan saat sedang mengawas ujian.

“Selain itu, ada pula sekolah yang tidak membuat pengumuman mengenai larangan masuk ke ruangan saat ujian berlangsung. Semua ini kita paparkan kepada Mendiknas,” kata Abyadi Siregar.

Dikatakan Abyadi, pemaparan temuan pelanggaran UN kepada menteri adalah bagian dari proses pengawasan UN yang dilakukan Ombudsman se-Indonesia. Abyadi mengharapkan dalam pertemuan itu akan terungkap dengan seterang-terangnya berbagai macam pelanggaran dalam pelaksanaan UN,  sekaligus didapatkan solusi untuk memperbaikinya pada tahun mendatang.

21 Anak Binaan Lapas Tanjung Gusta Ikuti UN

Sementara itu, 21 orang anakbinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tanjung Gusta, Medan, akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dimulai Senin (9/5) hingga Kamis (12/5).

Kepala LPKA Tanjung Gusta Medan, Windu Arto mengatakan pelaksanaan UN SMP dari 21 peserta dibagi menjadi dua bagian. Pertama UN SMP formal dan kedua UN SMP Non-Formal.

“UN Formal diikuti 1 orang peserta dan UN Non-Formal diikuti 20 orang di LPKA ini,” ungkap Windu Arto saat dikonfirmasi, Minggu (8/5).

Dia menyebutkan, untuk menghadapi UN SMP seluruh peserta UN ini, pihaknya sudah menyiapkan tim untuk mendidik sebelum pelaksanaan UN berlangsung. Agar anakbinaan bisa dan mampu menjawab pertanyaan dari lembar soal UN tersebut.

“Ya, tapi terbatas. Namun, kita maksimalkan untuk anakbinaan yang menghadapi UN mulai Senin besok,” jelasnya.

Windu Arto menjelaskan pelaksanaan UN di Lapas Anak ini, akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provensi Sumatera Utara dan Disdik Kota Medan.

“Kita memberikan fasilitas untuk tempat ujian dan menyiadakan pengawas ujian. Juga ada pengawasan ujian dari Disdik Provensi Sumatera Utara dan Kota Medan,” tuturnya.

Windu Arto juga mengungkapkan bahwa untuk materi atau naskah UN sama seperti pada umumnya bagi pelajar tingka SMP yang mengikuti ujian nasional tersebut.

“Cuma perbedaannya jam pelaksanaan ujiannya. Untuk pelaksanaan pada Pukul 13.00 WIB dengan jadwal ujian dan hari pelaksanaan yang sama,” tandasnya. (R05/W05)