Guru Honor Adukan Nasib ke DPRD Batubara

946

LIMA PULUH | SUMUT24

Belasan guru honor di Kabupaten Batubara mengadukan nasib mereka ke Komisi C DPRD setempat, Senin (18/4). Kedatangan guru honor itu meminta kepada wakil rakyat agar dapat memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Sebab,per bulan mereka hanya menerima  honor antara Rp 200 ribu -Rp 500 ribu.   Usai audiensi keKomisi C , Edi Mashuri kepada SUMUT24 mengatakan, kedatangan mereka itu meminta Komisi C menampung aspirasi yang disampaikan.

Sebab honor yang selama ini diterima sangat tidak memadai. “Sudah 10 tahun mengabdikan diri sebagai guru honor dengan honorarium di bawah UMR. “Kami berharap tunjangan kesejahteraan setidaknya disesuaikan dengan honor Tenaga Sukarela (TKS) di kabupaten dan honor tersebut teryampung dalam APBD Batubara,” harapan Edi.

Dia juga mengatakan, sepulang mengajar dia terpaksa bertanam cabai guna mencukupi kebutuhan keluarga. “Honor yang diterima sangat tidak memadai. Kami mengharapkan Pemkab Batubara dalam hal ini dinas pendidikan serius memperhatikan nasib para guru honor komite yang hingga kini berpenghasilan minim,” katanya.

Menurut Informasi dihimpun, di samping minimnya honor diterima, jam mengajar para guru honor juga ditambah, sementara honor dipotong lagi untuk PGRI sebesar Rp 4.500 per bulan.

Anggota Komisi C DPRD Batubara Ahmad Muhktas mengaku prihatin dengan nasib para guru honor. “Honor yang mereka terima memang tidak memadai. Dapat apa kalau cuma Rp 500 se bulan. Kami sudah agendakan pemanggilan Dinas Pendidikan dan berjuang untuk meningkatkan honorarium terhadap guru-guru komite seperti persoalan honor di RSUD ketika itu,” katanya. (jo)

Loading...