Gubernur Sumut: Semegah Apapun Kantor Bupati, Fungsinya Harus Berorientasi Untuk Pelayanan Masyarakat

KOTAPINANG | SUMUT24 Gubernur Sumatera Utara (SUmut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan terus meningkatkan pelayanan, mendongkrak pertumbuhan perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harapan itu dikemukakan Tengku Erry Nuradi saat meresmikan Kantor Bupati Labusel dan pusat perkantoran pemerintah di kawasn Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Besilam Baru, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kamis (2/6/2016). Prosesi peresmian kantor Bupati Labusel ditandai dengan menekan sirine oleh Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung, Wakil Bupati Kholil Jufri Harahap, dan Sekdakab Zulkifli, Ketua DPRD Labusel H Edimin bersama sejumlah FKPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Provsu Evi Diana Erry, anggota DPR-RI, anggota DPRD Sumut, Wakapolda Sumut Brigjend Adi Prawoto, perwakilan Pangdam I/BB, perwakilan Kajatisu, perwakilan Danlanud Suwondo, perwakilan Danlantamal I Belawan, Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus, Walikota Tanjung Balai Syahrial Batubara dan sejumlah pejabat lainnya.
Usai menekan sirine, Gubernur Sumut selanjutnya menandatangani prasasti peresmian dan meninjau sejumlah ruangan di gedung Kantor Bupati Labusel yang berlantai tiga.
Salam kesempatan itu, Erry berpesan kepada Pemkab Labusel untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan masyarakat dengan diresmikian kantor Bupati Labusel. “Beberapa waktu lalu kami meresmikan Kantor Bupati Labura. Hari ini Kantor Bupati Labusel. Ini membuktikan bahwa pemekaran dapat lebih mendekatkan urusan masyarakat dengan pemerintah di daerah. Keberhasilan ini tentunya berkat dukungan dan kerja sama semua pihak. Semegah apapun kantor ini, kita harap sesuai juga dengan pelayanan yang diberikan kepada masyaralat,” pesan Erry.
Erry juga menyatakan apresiasi atas kemajuan pembangunan di Labusel pasca pemekaran. Hal itu tidak terlepas dari komitmen Pemkab yang didukung penuh oleh seluruh lapisan masyaralat Labusel.
“Kalau suatu daerah maju, tentu investor akan datang melirik. Akan ada kerjasama yang saling menguntungkan, tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, modalnya harus menjaga kebersamaan. Tidak ada Superman. Yang ada Super Team,” tegas Erry.
Arsitektur gedung kantor Bupati Labusel yang mengadopsi replika Istana Kesultanan Kotapinang (Istana Bahran), tidak luput dari pujian Erry. Arsitektur tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan adat, budaya dan kesenian daerah yang menjadi bagian dari sejaran nasional. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarahnya. Kantor Bupati Labusel ini memiliki ciri khas tersendiri sekaligus langkah nyata melestarikan buaya,” ujar Erry.
Sementara Bupati Labusel, Wildan Aswan Tanjung mengatakan, pembangunan kantor bupati telah direncanakan sejak awal terbentuknya Kabupaten Labusel. Namun rencana tersebut dapat terealisasi setelah delapan tahun pemekaran.
“Banyak kritikan yang datang mulai dari pelepasan lahan hingga proses pembangunan. Namun itu menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” kenang Wildan.
Kantor Bupati Labusel berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 17,5 hektare. Terintegrasi dengan perkantoran SKPD. Bangunan kantor sebagian besar mengadopsi bentuk Istana Bahran yang dipadukan dengan arsitektur Eropa klasik.
“Karena keterbatasan anggaran, pembangunan gedung ini dilakukan dalam empat tahun penganggaran dengan biaya keseluruhan Rp56 Milyar,” sebut Wildan.
Seremoni peresmian kantor Bupati Labusel tersebut sekaligus menutup Pameran Pembangunan dan Pagelaran Seni Etnis Daerah Pemkab Labusel ke VIII.(W03)