Golkar Sumut Belum Tentukan Pilihan Caketum

589

Medan-SUMUT24

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut belum menentukan pilihan terhadap Calon Ketua Umum (Caketum) Golkar. “Tidak ada debat publik dari delapan Caketum di Medan,” ujar Sekretaris DPD I Golkar Sumut, Sodrul Fuad, di Medan, Senin (9/5).

Sodrul mengatakan, para Caketum Golkar hanya melakukan kampanye dan memaparkan program visi dan misi untuk membesarkan partai tersebut.

“Kita akan menentukan pilihan setelah melihat debat publik para calon. Rencana debat publik itu bukan di Medan melainkan Surabaya,” katanya.

Menurutnya, besar harapan pengurus DPD I dan II di berbagai daerah, untuk pemimpin terpilih dalam musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Golkar tersebut.

“Kita optimistis akan hasil munas nanti akan melahirkan sosok pemimpin yang bisa membangkitkan kembali kejayaan Partai Golkar,” sebutnya.

Sehari sebelumnya juga saat berlangsung kampanye zona 1 Sumatera di Hotel Grand Angkasa, Minggu malam (8/5), Sekretaris DPD Golkar Sumut ini juga menegaskan, tidak ada debat kandidat calon ketua umum Partai Golongan Karya (Golkar).

“Pada kampanye zona 1 ini, tidak ada debat kandidat antar calon ketua umum. Karena itu, seluruh calon ketum Golkar hanya sekadar kampanye dan menyampaikan visi dan misi,” katanya.

Sodrul Fuad menambahkan, debat kandidat calon ketua umum Golkar akan berlangsung di kegiatan kampanye zona Jawa di Surabaya dan zona Timur di Bali.

“Debatnya nanti pada kegiatan serupa di Surabaya, tanggal 10 Mei 2016. Kemudian kampanye di Bali juga ada debat kandidat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, DPD Golkar Sumut belum mengarahkan dukungan suara ke satu kandidat tertentu. Oleh sebab itu, dalam kampanye ini akan didengar visi dan misi para kandidat.

“Belum ada arah untuk memberikan dukungan ke kandidat tertentu. Ini lagi tahapan kampanye dulu. Kami liat dan dengar dulu visi dan misi yang dijual mereka (para kandidat ketua umum),” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, zona kampanye dari 5 kawasan dipersempit menjadi 3 zona saja. “Meski zona diperkecil, seluruh voters akan tetap datang,” ujarnya.

Menurut Nurdin, selain banyaknya calon, perubahan zona kampanye terjadi karena keterbatasan waktu. Ini sesuai dengan jadwal Munas Luar Biasa yang dimajukan, dari 23 Mei menjadi 15 Mei 2016. Perubahan itu merujuk pada jadwal Presiden Joko Widodo, yang bersedia datang pada tanggal tersebut. Sebelumnya, Munas akan digelar pada 23 Mei, tapi dimajukan.

Panitia, kata Nurdin, menjadwalkan kampanye mulai 9 Mei. Zona pertama pada 8-9 Mei 2016 adalah Sumatera yang akan dimulai di Medan, diikuti seluruh pengurus DPD wilayah Sumatera.

Nurdin mengatakan tiga zona tersebut adalah Sumatera, yang akan dihelat di Medan; Jawa, yang akan dihelat di Surabaya; dan di wilayah timur, yang akan diselenggarakan di Bali. “Zona II, tanggal 10-11 di Hotel Pulman Surabaya serta diikuti seluruh DPD Pulau Jawa dan Kalimantan,” kata Nurdin. Adapun zona III ditempatkan di Bali dan diikuti pengurus DPD wilayah Bali, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. “Akan ada debat televisi untuk itu,” katanya.

Nurdin menegaskan, tidak ada faktor politis atas dimajukannya tanggal Munaslub. Hal itu semata-mata disebabkan adanya persoalan teknis. “Kami ingin Bapak Presiden hadir dalam pembukaan, maka kami akan menyesuaikan dengan jadwalnya,” tuturnya. (int)

Loading...