Gerebek Judi Jackpot 2 Anggota Polisi di Massa 1 Sekarat, 1 Mobil Sedan Rusak

0
970

PERCUTSEITUAN | SUMUT24
Ratusan warga Jalan Veteran Lorong 4 Desa Medan Estate, Senin (13/4)
sekira pukul 22.00 Wib mengamuk. Saat 2 pria yang mengaku anggota polisi, ingin menyita mesin jackpot yang beroperasi di kampung tersebut.

Warga yang sempat menanyakan KTA (Kartu Tanda Pengenal) dua oknum polisi
itu mencoba melawan. Pasalnya, kedua oknum polisi tersebut tak mau
memperlihatkan apa yang diminta warga. Namun, kedua oknum polisi itu,
menodongkan pistol ke arah warga. Alhasil, warga emosi dan langsung menghakimi keduanya.

Akibatnya, salah seorang diantara anggota polisi tersebut yang
diketahui bernama Daisal Andika (34) berpangkat Brigadir warga Jalan
Dusun 4, Gang Musyawarah Desa Saintis Kecamatan Percut Sei Tuan
kritis diamuk warga. Sedangkan salah seorang teman Faisal, yang belum diketahui
identitasnya, berhasil kabur menyelamatkan diri.

Usai di massa, identitas Faisal yang terbukti anggota polisi
diketahui, setelah petugas Polsek Percut Sei Tuan, memeriksa di dompet korban usai berada di rumah sakit. Dari dompetnya ditemukan kartu tanda anggota (KTA) Polri dengan Nomor Registrasi Prajurit (NRP) 83100246.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian menyebutkan,
malam itu, dua oknum polisi itu datang ke lokasi mengendarai mobil Nissan
Xtrail BK 1796 BC warna Hitam. Diduga kedatangan keduanya untuk menggerebek
adanya sarana judi jackpot yang berada dilokasi.

Namun, kedatangan keduanya langsung disambut dengan kerumunan para pemain
jackpot dan warga sekitar. Kedua polisi dari unit Shabara Poldasu itu pun
terlibat perang urat kepada salah seorang warga, pada saat akan menyita
mesin judi jackpot dari salah seorang rumah warga.

Kedua oknum polisi itu lantas sempat terjadi senggolan atas seorang warga,
hingga emosi warga tersulut. Sehingga, kedua belah pihak sama-sama emosi.

Faisal, lantas mengambil pistol dari balik pinggangnya, dan mencoba menakuti warga dengan menodongkan pistol tersebut.

Warga yang geram, lantas meneriaki keduanya dan melempari kedua polisi
berpakaian pereman itu dengan batu. Karena tak mampu melawan ratusan warga,
Faisal dan temannya mencoba lari ke dalam mobilnya guna kabur dari situ.

Namun warga tak mau tinggal diam, dengan batu dan alat seadanya, warga
kembali melempari kedua polisi itu di dalam mobil hingga tak bisa kabur.

Terperangkap dari kepungan warga, Faisal tak mampu menahan pukulan
bertubi-tubi dari warga yang menyeretnya keluar dari dalam mobilnya.
Akibatnya, Fasil bercucuran darah dari kepala serta tubuhnya.

Tak mau konyol, teman Faisal lantas kabur ke arah belakang rumah warga
yang menembus Tol Pasar 12, Desa Laut Dendang.

Petugas Polsek Percut Sei Tuan, yang tiba dilokasi, langsung melakukan
pengecekan dan pendataan di lokasi. Selanjutnya, tubuh Faisal yang
tergeletak lemas tak sadarkan diri, diangkut ke mobil Patroli untuk
dibawa ke RS. Haji Medan yang tak jauh dari lokasi.

Amatan dilokasi, terlihat ratusan warga berkumpul dilokasi kejadian.
Dari ramainya warga, seorang warga yang tidak mau menyeburkan
identitasnya mengatakan, kalau kedua oknum yang mengaku polisi enggan
menunjukan KTA Polri, malah menodongkan pistol kearah warga.

“Sebenarnya gini pak, tadi dua orang ini datang kesini dan ngaku
anggota polisi. Jadi mau diambilnya mesin jackpot warga. Pas ditanyai
surat tugas dan KTA nya, mereka gak mau menunjukan. Warga marah dan
mereka menodongkan pistol. Yah diamuk, warga sekalianlah,” terang pria
berkumis yang merupakan warga sekitar.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru, mengaku
belum bisa memberikan banyak keterangan. Pasalnya kasus tersebut masih
diselidiki pihaknya.

Dia juga mengaku belum bisa memastikan apakah Brigadir Faisal anggota
Sat Sabhara Polda Sumut atau bukan. “Belum bisa kita pastikan, sedang
lidik. Ini saya masih mau melihatnya di rumah sakit,” sebut Hendrik.

Sementara, Kanit Intel Polsek Percut Sei Tuan, AKP Plat Bangun,
membenarkan jika Faisal adalah anggota Polri yang bertugas di Sat
Sabhara Poldasu. Namun, dirinya mengatakan, kalau Faisal adalah polisi
Diserse yang berarti polisi bermasalah, karena sudah lebih 2 tahun tak
masuk kantor tanpa kejelasan.

“Faisal itu polisi yang bermasalah. Sudah 2 tahun lebih gak masuk
kantor tanpa adanya laporan. Kalau kawannya, saya belum tau,”
jelasnya.(sdr)