Selasa, 17 Februari 2026

Serikat Pekerja Pertamina Sumbagut Sayangkan Premanisme Distribusi BBM di Sumbar

Administrator - Jumat, 10 Juni 2016 05:01 WIB
Serikat Pekerja Pertamina Sumbagut Sayangkan Premanisme Distribusi BBM di Sumbar

Medan | Sumut24 Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Barat terancam terhambat pasca penganiayaan salah satu pekerja di Terminal BBM Teluk Kabung. Pasalnya, hingga saat ini para pekerja sepakat berhenti sementara sampai ada jaminan pengamanan dan tindakan hukum tegas kepada pelaku.

Baca Juga:

Ketua Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I Sumatra bagian Utara Sutrisno menyebutkan TBBM Teluk Kabung merupakan pusat penyalur ke seluruh SPBU di Sumbar. Per hari, penyaluran dari TBBM tersebut mencapai 2.200 KL per hari.

“Oleh karena itu kami memohon maaf kepada masyarakat di Sumbar apabila terjadi kelangkaan BBM. Kami terpaksa melakukannya, karena keselamatan adalah yang paling penting. Kami memang merugi, tapi yang akan lebih rugi adalah masyarakat,” papar Sutrisno, Rabu (8/6).

Lebih lanjut, Sutrisno merinci, penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (7/6) siang. Operation Head TBBM Teluk Kabung adalah objek penganiyaan oleh sekelompok preman. Adapun, ini bukan kali pertama premanisme terjadi di terminal tersebut.

“TBBM Teluk Kabung adalah salah satu obyek vital nasional yang perlu dilindungi agar dapat terus beroperasi dengan aman. SPP UPMS I berafiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu dan Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia berharap adanya dukungan dari aparat penegak hukum baik Polri maupun TNI sesuai dengan Keppres No.63/2004 tentang Objek Vital Nasional,” tambah Sutrisno.

Tak hanya di Teluk Kabung, kejadian serupa bahkan lebih parah, sebut Sutrisno juga pernah terjadi di wilayah lain, seperti pemukulan dan pengeroyokan pekerja Pertamina di TBBM Manggis, Bali. Kendati demikian, jika di daerah lain, penganiyaan telah diproses oleh penegak hukum, di TBBM Teluk Kabung belum pernah ditindaklanjuti.

“Hal yang sama yakni pengancaman dan penanganiayaan juga berpotensi terjadi di daerah lain. Di Sumut beberapa yang berpotensi tinggi seperti itu di Pangkalan Susu, Tandem, dan Sibolga,” pungkasnya.(W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Taman Syech Kukut akan di Revitalisasi Pemko Solok Jadi Taman Literasi dan Budaya
Halal Bihalal Masyarakat Nagari Koto Laweh Sambut Bulan Suci Ramadhan di Hadiri Bupati Solok.
Bupati Solok Bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Lakukan Aksi Donor Darah di GOR H. Agus Salim Padang
MIT Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Tangkap 2 Residivis Sindikat Curanmor Beraksi Puluhan Kali
Rico Waas Dorong Percepatan Penyelesaian Revitalisasi Stadion Teladan
Bupati Saipullah Tutup MTQ XXV Madina 2026, 250 Peserta Berkompetisi
komentar
beritaTerbaru