Bawa Dokumen Resmi Tapi Ditangkap, Penyidik Gakkum Kehutanan Diduga Intimidasi Sopir Truk*
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Medan I SUMUT24.CO Dalam rangka meningkatkan minat korporasi non-bank untuk dapat menerbitkan SBK, Bank Indonesia (BI) menggelar sosialisasi bertajuk Peran Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai sumber pendanaan perekonomian nasional, di Hotel JW Marriot Medan Jumat (8/11/2019).
Baca Juga:
- Bawa Dokumen Resmi Tapi Ditangkap, Penyidik Gakkum Kehutanan Diduga Intimidasi Sopir Truk*
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
“Dua bulan kedepan hingga akhir 2019, target Bank Indonesia bisa dua perusahaan (korporasi non-bank yang terdaftar dan miliki Surat Berharga Komersial (SBK). Target ini tak muluk-muluk, mengingat hanya tinggal dua bulan lagi berakhirlah tahun 2019. Baru di tahun 2020 nanti, dengan gencarnya sosialisasi SBK ini, BI optimis, akan banyak perusahaan khususnya perkebunan yang berminat memiliki SBK,” ujar Kepala Grup Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan BI Priyanto Budi Nugroho.
Priyanto Budi Nugroho mengatakan, Medan merupakan kota berskala ekonomi terbesar di Sumatera. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan sosialisasi SBK yang sebelumnya telah diselenggarakan di bulan Mei dan September 2019 di Jakarta, serta Oktober 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.
“Pentingnya memiliki Surat Berharga Komersial ini, dikrenakan bisa sebagai salah satu alternatif pendanaan kegiatan usaha dari perspektif calon issuer,†ungkap Priyanto.
Ia mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan awareness pelaku pasar bahwa saat ini telah tersedia instrumen pendanaan jangka pendek bernama Surat Berharga Komersial (SBK) yang dapat dimanfaatkan oleh korporasi non-bank yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pendanaan jangka pendek di pasar uang.
“Pendanaan melalui pasar uang ini akan dapat melengkapi portofolio pendanaan korporasi jangka panjang melalui pasar modal dan perbankan,†ungkap Priyanto.
Untuk mendukung penerbitan dan transaksi Surat Berharga Komersial, lanjutnya, Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan ketentuan dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur. Diantaranya mencakup penerbitan, lembaga pendukung pasar SBK, keterbukaan informasi, transaksi SBK, manajemen risiko, pelaporan, serta pengawasan.
Terkait dengan lembaga pendukung, sebut Priyanto, sampai dengan 6 November 2019, telah terdaftar di Bank Indonesia sebanyak 5 penata laksana/arranger, 2 Iembaga pemeringkat, 58 konsultan hukum, 89 akuntan publik, 5 notaris, 4 perantara/brokers, 19 kustodian, 2 penerbit, dan 2 penerbitan SBK.
Ke depan, katanya, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk melakukan harmonisasi regulasi, khususnya regulasi yang mengatur lembaga-Iembaga jasa keuangan yang dapat memanfaatkan SBK sebagai alternatif pendanaan jangka pendek dan juga sebagai investasi.
Selain itu, Bank Indonesia juga akan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada potensial issuer dan investor demi mendorong berkembangnya pasar Surat Berharga Komersial.
Selain Priyanto Budi Nugroho, acara sosialisasi SBK di Medan tersebut juga dihadiri dan sekaligus menjadi pembicara (nara sumber), Deputi Direktur Kelompok Pengaturan dan Perizinan Pasar Keuangan BI Ratna Doloksaribu, Kepala Divisi Invesment Banking PT BNI Sekuritas Tulus Nababan, Advisor to Board of Directory PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Fatah Sulaiman Ponorogo dan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan KPw BI Provinsi Sumut Ibrahim. Sosialisasi ini dihadiri oleh korporasi, asosiasi, perbankan, dan regulator.
Sebelumnya, acara sosialisasi SBK ini dibuka dengan pemaparan mengenai perkembangan ekonomi terkini dan peran SBK dalam mendukung pembangunan nasional, yang kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai kondisi dan potensi ekonomi Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya dalam diskusi panel, dipaparkan pengenalan instrumen SBK dari perspektif arranger, pokok-pokok pengaturan SBK, dan peran SBK kedepannya.
Kepala Grup Advisory dan Pengembangan KPw BI Provinsi Sumut Ibrahim mengatakan, Medan sangat potensial bagi pasar SBK. Ekonomi global, terutama perang dagang AS-China berpengaruh terhadap perlambatan ekonomi dunia yang juga berdampak pada ekonomi regional. Namun pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III sebesar 5,11 persen, masih lebih tinggi dari nasional 5,02 persen.Di Pulau Sumatera, kontribusi Sumut sebesar 23 persen.
Potensi ekonomi Sumut, sebut Ibrahim, antara lain dari kelapa sawit, kopi, karet yang kolerasinya dengan industri pengolahan cukup besar. “Sehingga pilihan masyarakat untuk berinvestasi di Surat Berharga Komersial dapat menjadi alternatif,†kata Ibrahim. (R03)
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota