Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
MEDAN | SUMUT24.CO
Baca Juga:
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
- Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
Pertumbuhan perekonomian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan ke-3 tahun 2019 justru melemah hanya mencapai 5,11 persen. Pertumbuhan ini justru lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,25 persen.
Meski demikian, pencapaian tersebut masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan Sumatera. Secara historis, pertumbuhan ekonomi menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tapi secara spasial, pertumbuhan ekonomi Sumut merupakan yang tertinggi ke-4 di antara 10 provinsi di Sumatera. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat saat Bincang Bareng Media di salah satu cafe di Jalan T. Amir Hamzah, Medan, Rabu siang (6/11/2019).
Secara spasial, sebut Wiwiek, pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ke 4 di antara 10 provinsi di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan (Sumsel), Sumatera Barat (Barat) dan Provinsi Lampung.
Berdasarkan realisasi pertumbuhan quartel 3 tahun 2019 secara spasial untuk Provinsi Aceh pertumbuhan ekonominya 3,76 persen, Provinsi Sumut 5,11 persen, Provinsi Riau 2,74 persen. Sumbar 5,16 persen, Provinsi Bengkulu hanya 4,94 persen lalu Lampung 5,16 persen Jambi 4,31 persen, Provinsi Sumsel 5,67 persen dan Bangka Belitung hanya 3,05 persen serta Kepulauan Riau 4,89 persen.
Perlambatan pertumbuhan itu, kata Wiwiek Sisto Widayat, disebabkan oleh kontraksi dari sisi ekspor, terutama ekspor antardaerah yang sejalan dengan penurunan lapangan usaha pertanian yang diindikasikan dipengaruhi oleh dampak kemarau panjang.
Selain itu konsumsi pemerintah juga tumbuh melambat sejalan dengan normalisasi belanja operasional pemerintah. Namun demikian, sambung orang nomor satu di BI Sumut ini, perekonomian masih ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga yang didorong tingginya belanja masyarakat pada masa liburan sekolah, serta biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru.
Wiwiek Sisto Widayat memprediksi, prospek pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumut tahun 2019 akan terus melaju. Hal ini didorong peningkatan kinerja konsumsi pemerintah, investasi serta berkurangnya tekanan impor luar negeri. Sedangkan pada sisi lapangan usaha, pertumbuhan didorong oleh pertanian dan konstruksi.
“Untuk faktor pendorong pertumbuhan ekonomi seperti diantaranya konsumsi pemerintah yaitu penyerapan anggaran lebih baik untuk program peningkatan kualitas tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata serta peningkatan anggaran transfer, dana desa, serta bantuan sosial dari pusat. Lalu faktor impor luar negeri yakni impor barang modal dan bahan baku turun seiring dengan penurunan kinerja investasi dan lapangan usaha industri pengolahan akibat pelemahan kinerja ekonomi mitra dagang utama. Kemudian faktor pertanian, kondisi cuaca yang kondusif serta dampak positif dari program Pemda di bidang pertanian. Konstruksi yakni terus bergulirnya proyek-proyek multiyears seperti jalan tol, pembangkit listrik, gedung perkantoran, pertokoan dan sebagainya,“ rincinya.
Tapi perlu diingat, selain ada faktor pendorong, muncul juga faktor penahan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumut. Dicontohkan Wiwiek yakni faktor ekspor luar negeri, konsumsi rumah tangga, Investasi, perdagangan serta lapangan usaha industri pengolahan. (R03)
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyal
kota