Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Medan I SUMUT24 Sumatera Utara (Sumut) saat ini mengalami tekanan inflasi yang tinggi, dimana secara year to date (ytd) atau Juni 2019 inflasi Sumut sudah mencapai 4,30%. Angka tersebut bahkan sudah mendekati batas atas inflasi nasional sebesar 4,5%.
Baca Juga:
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
- Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan, realisasi inflasi sebesar 4,30% memang sudah mendekati batas atas sasaran inflasi nasional 4,5%. “Karena target kita 3,5% plus minus 1%. Jadi dengan inflasi kumulatif sebesar 4,3%, tentu akan menjadi pekerjaan berat hingga akhir tahun,” katanya, dalam acara Bincang-bincang Bersama Media, di Medan, Senin (8/7/2019.
Dia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah (Pemda) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut dalam mengendalikan inflasi di Sumut. Menurutnya, pemerintah di dalam pengendalian inflasi daerah terus melakukan diskusi untuk mencari berbagai terobosan dalam mengendalikan inflasi ini. Karena masalahnya terkait kondisi suplay dan demand komoditi tertentu, terutama cabai merah.
Memang peran cabai merah sangat besar kepada inflasi Sumut di tahun 2019 ini. Karena hampir 70% inflasi Sumut dipengaruhi oleh cabai merah.
“Ini yang harus kita carikan solusinya. Bagaimana kita ke depan bisa mencari cara dan solusi untuk menurunkan konsumsi serta harga cabai merah. Kalau tidak, kita bisa memiliki inflasi lebih tinggi dari sasaran inflasinya,” katanya.
Beberapa hal yang harus dilakukan terkait pengendalian cabai merah antara lain database yang lengkap terutama terkait produksi dan distribusinya. Kemudian konsumsi dan bagaimana pembentukan harga pokok di tingkat petani, pedagang besar dan pedagang eceran sehingga pemerintah daerah bisa masuk secara lebih spesifik. Jadi akan diketahui mana-mana yang bisa dipengaruhi, misalnya margin di pedagang besar hingga bagaimana meningkatkan efisiensi petani.
Kedua, diperlukan adanya anggaran dari Pemda jika diperlukan sewaktu-waktu untuk melaksanakan operasi pasar (OP). Lalubketiga mencari solusi jangka panjang misalnya bagaimana agar petani tidak menjual langsung ke masyarakat. Tetapi produksi petani bisa ditampung di dalam suatu lembaga atau institusi, seperti dalam alat yang bisa mempertahankan kualitas cabai untuk jangka yang lebih panjang 3-4 bulan. Jadi produksi tinggi, bisa disimpan dan bisa dijual pada saat produksi tidak ada.
Keempat, harus dilakukan kerja sama antar daerah. Kerja sama ini penting sekali, karena kabupaten/kota bisa mempengaruhi dan bisa memberikan support kepada petani agar bisa menjual kepada daerah lain. “Misalnya Humbahas produksi cabainya tinggi, bisa bekerjasama dengan daerah yang produksinya rendah,” jelasnya.
Dia mengatakan, hampir sebagian besar kebutuhan cabai di Sumut, dikonsumsi di Kota Medan. Dan inflasi di Sumut 82% dibentuk oleh Kota Medan, selain ada tiga kota seperti Pematang Siantar 10%, Sibolga 3%, dan Padang Sidimpuan sebesar 5%.
“Jadi Medan merupakan titik prioritas utama kalau ingin mengendalikan inflasi di Sumut. Kendalikan inflasi di Medan, maka akan mengendalikan inflasi di Sumut,” kata Wiwiek. (red)
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyal
kota