Minggu, 22 Februari 2026

Warga Batubara Sambut Puasa Tradisi Punggahan

Administrator - Selasa, 15 Mei 2018 07:32 WIB
Warga Batubara Sambut Puasa Tradisi Punggahan

LIMA PULUH I SUMUT24.co Tradisi punggahan atau motong merupakan tradisi bagi sebagian masyarakat Batubara khususnya masyarakat pesisir dalam menyambut bulan suci ramadhan. Motong biasanya hewan ternak jenis kerbau/lembu yang dilaksanakan mulai 3 – 2 hari sebelum 1 Ramadhan.

Baca Juga:

“Ini merupakan tradisi warga Batubara khusunya wilayah pesisir. Tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1785 oleh datuk pesisir pertama Abdul Djalil,” kata salah seorang tokoh masyarakat Batubara, M Azim saat ditemui di Pasar Desa Simpang Dolok Kecamatan Lima Puluh, Selasa (15/5).

Dikatakan, sampai saat ini tradisi itu masih terus dilestarikan warga Batubara. Setiap tahunnya dibeberapa lokasi yang melakukan pemotongan lembu/kerbau dan diperjualbelikan dipasar yang diserbu warga tempatan. Lokasi pasar penjualan antara lain Simpang Sianam Kecamatan Lima Puluh, Simpang Dolok Kecamatan Lima Puluh, Ujung Kubu Kecamatan Tanjung Tiram, Kuala Kasim Kecamatan Sei Balai, Tanjung Tiram dan Pagurawan Kecamatan Medang Deras.

“Tradisi potong hewan setiap menyambut bulan puasa ini masih bertahan. Hari pertama potong hewan dilaksanakan di Desa Guntung, Simpang Sianam dan Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi sebanyak 36 ekor Kerbau ,” ujarnya. Tradisi motong hewan ternak jenis lembu dan kerbau dalam menyambut bulan suci ramadhan membuat konsumsi daging di Batubara meningkat. Beberapa tempat/lokasi pasar Batubara dibanjiri pedagang daging dadakan/musiman.

Salah seorang pedagang daging Wakno di Kecamatan Lima Puluh mengaku dapat menjual 2-3 ekor daging lembu dalam 1 hari.

“Uda sejak hari minggu aku jualan, hari minggu itu aku motong 2 ekor, kemarin 2 ekor lagi dan hari ini 2 ekor lagi. Biasanya pagi ku potong siang uda habis. Harga perkilo 110-130 ribu,” katanya. Iwan warga Kecamatan Tanjung Tiram mengatakan, konsusmsi daging ketika menyambut ramadhan sudah menjadi tradisi keluarganya sejak zaman dahulu/turun menurun. Ada istilah bagi sebagian masyarakat Batubara, apabila puasa pertama tidak mengkonsusmsi daging, tidak lengkap rasanya dalam menyambut puasa.

“Kami sudah turun menurun dari nenek moyang kami, setiap mau masuk bulan puasa harus makan daging. Minimal setengah kilo pun jadilah. Rasanya gak lengkap kalau gak makan daging menyambut puasa. Makanya gak heran, ketika sambut puasa, warga berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat pemotongan/penjualan daging,”tuturnya.

Sekretaris Desa Simpang Dolok Jefri Maulana saat ditemui di pasar daging desa setempat mengaku bada hari itu terhitung ada sekira 10 ekor lebu dipotong dan dijual. ” Ini uda kebiasaan setiap tiga hari mau masuk puasa pasti yang namanya punggahan menjadi tradisi”, katanya.(JO)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev: Sudah Terlaksana dengan Baik
komentar
beritaTerbaru