Jumat, 26 Juni 2026

BPS Sumut Catat Cabai Merah Masih Penyumbang Deflasi, Sedangkan Bensin, Beras, Rokok Jadi Penyumbang Inflasi Mei 2023

Administrator - Senin, 05 Juni 2023 11:49 WIB
BPS Sumut Catat Cabai Merah Masih Penyumbang Deflasi, Sedangkan Bensin, Beras, Rokok Jadi Penyumbang Inflasi Mei 2023

Medan I Sumut24. CO

Baca Juga:

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa komoditas cabai merah menjadi penyumbang tertinggi  deflasi secara month-to-month/mtm pada Mei 2023.

“Kami mencatat pada Mei 2023 ini Sumut mengalami deflasi tertinggi 0,12 persen dipicu cabai merah,” kata Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin, Senin (5/6/2023).

Selain dipicu turunnya harga cabai merah, penyumbang deflasi lainnya juga berasal dari angkutan udara 0, 06 persen, tomat 0,03 persen, kentang dan angkutan antar kota masing-maaing 0,02 persen.

Sedangkan deflasi secara year on year (yoy), penyumbang utamanya adalah minyak goreng 0,17 persen disusul cabai nerah 0,16 persen, tomat 0,15 persen, bawang merah 0, 14 persen dan ayam ras 0,08 persen.

Hasanudin juga memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di lima kota di Sumut pada Mei 2023 ini secara umum menunjukkan kenaikan.

Data BPS Sumut, pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 3,66 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,18 pada Mei 2022 menjadi 113,18 pada Mei 2023.

Pada tingkat inflasi month to month (mom) sebesar 0,27 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,37 persen.

Dari gabungan lima kota di Sumut secara yoy, yakni Sibolga, Pematang Siantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli tercatat inflasi sebesar 3,66 persen dengan IHK sebesar 113,18.

Inflasi yoy tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 4,39 persen dengan IHK sebesar 116,88 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,54 persen dengan IHK sebesar 114,55.

“Inflasi yoy itu terjadi karena adanya kenaikan harga dan itu ditunjukkan naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran,” sebut Hasanudin.

Kenaikan harga itu mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,67 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,38

Dari kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,68 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,95 persen, kelompok transportasi sebesar 14,48 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.

Kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,55 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,56 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,19 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,24 persen.

Sementara itu komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Mei 2023, antara lain bensin, sebesar 1.00 persen, beras 0,49 persen, rokok kretek filter 0,29 persen, angkutan dalam kota 0,20 persen dan ikan dencis 0,17 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada Mei 2023, antara lain daging ayam ras 0,17 persen, ikan dencis 0,13 persen, rokok kretek filter dan bawang putih masing- masing 0,03 persen serta ikan tongkol 0,02 peesen.( red-1)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wajib Pajak Medan Keluhkan Kacaunya Sistem Coretax Tampilan Baru
Kuasa Hukum Medan Surati Kapolri, Ombudsman hingga Presiden Soal Dugaan Penggelapan Mobil
Rotasi Besar di Polda Sumut, Dirkrimum Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh Pecah Bintang.
PT Jasamarga Kualanamu Tol Pertahankan Kinerja Positif dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan Sepanjang Tahun 2025
Bentrok Mencekam di Areal PT Bridgestone Berujung Pembakaran Kendaraan.
Keresahan di Pemko Medan Menguat, Dugaan Intervensi Oknum Pimpinan DPRD Sumut soal Proyek dan Jabatan Jadi Sorotan
komentar
beritaTerbaru