Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Warga Kota Medan melihat
Kondisi pasokan sayur-mayur yang kian langka membuat warga Kota Medan menjadi resah. Pasalnya, kondisi tersebut mengakibatkan harga sayuran memasuki hari ketiga Bulan Ramadan melambung tinggi.
Dari amatan wartawan di Pasar Padangbulan, beberapa sayuran seperti kangkung, sawi putih, sawi pahit dan bayam, mulai langka.
Menurut Asnih seorang pedagang di Pasar Padangbulan mengatakan, sudah tiga hari sayuran di pasar ini langka.
Biasanya satu hari ia mendapatkan sayuran 5 karung, namun hingga saat ini hanya mendapatkan 3 karung per hari.
“Sudah tiga hari pasokan sayuran berkurang, tidak tau apa penyebabnya, jadi saya tetap beli ke pemasok, agar saya tetap dapat berjualan,” katanya, Selasa (30/5).
Sementara, masih ditempat yang sama, hal senada juga dikatakan Asbih pedagang sayur-mayur lainya. Harga sayuran pun semakin mahal, seperti kangkung, biasa per 2 ikat dijual Rp2 ribu. Namun saat ini sudah mencapai Rp5 ribu per ikat.
“Begitu juga bayam, biasa harganya Rp 2 ribu per ikat, saat ini capai Rp 3.500 per ikat,” ujarnya.
Kenaikan harga ini sambungnya, disebabkam oleh pasokan yang semakin menipis dari distributor. Semakin sedikit pasokan, maka dapat mengakibatkan naiknya harga komoditas tersebut.
Selain di Pasar Padangbulan, Simanjuntak salah seorang Pedagang Pasar Seikambing mengatakan, sawi putih biasa dijual Rp 4 ribu, namun saat ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram.
“Penyebabnya saya tidak tahu. Hanya saja, distributor sayuran mengatakan, karena cuaca ekstrim yang membuat banyak petani gagal panen,” terangnya.
Dikatakannya, hampir mayoritas sayuran yang dijual di Medan, berasal dari daerah tanah Karo. Namun, beberapa hari belakangan ini pasokan memang kian menipis. Sebab, beberapa petani sayuran mengalami gagal panen.
Ketika dikonfirmasi akibat dari gagal panen, Simanjuntak tidak mengetahui pasti. Menurutnya, ada beberapa hal yang selama ini kerap terjadi.
“Gak tahu pasti. Tapi kalau gagal panen itu bisa karena cuaca, bisa karena abu Sinabung, banyak juga penyebabnya. Kali ini gak tahu kali gara-gara apa,” ungkapnya.(int)
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota