Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Kabid. Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark Saor Pardamean mengatakan, pada November 2016 kelompok pangan di Sumut Alami Penurunan, seperti halnya Tanaman Pangan/Padi & Palawija (NTNTPP ) mengalami penurunan sebesar 0,30 persen, dan hal ini karena perubahan It (0,53%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,83%).
“Perubahan yang terjadi pada It karena indeks kelompok padi naik sebesar 0,28 persen yaitu dari 128,57 menjadi 128,93 dan indeks kelompok palawija naik sebesar 1,16 persen yaitu dari 119,08 menjadi 120,46,”katanya kemarin.
Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib terjadi karena perubahan pada indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) naik sebesar 1,05 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,09 persen.
“Sementara itu, Subsektor Hortikultura (NTPH) Pada November 2016, NTPH mengalami penurunan sebesar 0,67 persen, dan hal ini karena perubahan It (0,11%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,79%),”ujarnya.
Perubahan yang terjadi pada It karena indeks kelompok sayur-sayuran naik sebesar 2,57 persen yaitu dari 123,54 menjadi 126,72 dan indeks kelompok tanaman obat naik sebesar 0,59 persen yaitu dari 106,87 menjadi 107,50, sedangkan indeks kelompok buahbuahan turun sebesar 2,64 persen yaitu dari 130,82 menjadi 127,36.
“Perubahan kenaikan pada Ib terjadi karena perubahan IKRT naik sebesar 0,91 persen dan indeks BPPBM naik sebesar 0,17 persen. 4.3.  Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Pada November 2016, NTPR mengalami penurunan sebesar 0,13 persen, dan hal ini karena perubahan It (0,86%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,99%),”katanya.
Perubahan yang terjadi pada It karena indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,86 persen yaitu dari 125,45 menjadi 126,52. Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib karena perubahan IKRT naik sebesar 1,13 persen dan indeks BPPBM naik sebesar 0,16 persen.
“Begitu juga pada November 2016, NTPT mengalami penurunan sebesar 0,97 persen, dan hal ini karena perubahan It (-0,34%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,64%). Penurunan yang terjadi pada It karena indeks kelompok ternak besar turun sebesar 0,82 persen, sedangkan indeks kelompok ternak kecil naik sebesar 0,40 persen, indeks kelompok unggas juga naik sebesar 1,06 persen dan indeks kelompok hasil ternak naik sebesar 0,77 persen,”ujarnya.
Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib karena perubahan IKRT naik sebesar 1,02 persen dan indeks BPPBM naik sebesar 0,26 persen.
“Untuk Subsektor Perikanan (NTNP) Pada November 2016, NTNP mengalami penurunan sebesar 0,32 persen, dan hal ini disebabkan oleh perubahan It (0,10%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,42%). Kenaikan yang terjadi pada It karena perubahan pada indeks kelompok penangkapan ikan rata-rata turun sebesar 0,05 persen, sedangkan indeks kelompok budidaya ikan secara rata-rata naik sebesar 0,26 persen,”ujarnya.
 Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib karena perubahan IKRT naik sebesar 0,77 persen dan indeks BPPBM sebesar 0,01 persen. Dan Kelompok Penangkapan Ikan (NTN) Pada November 2016, NTN mengalami penurunan sebesar 0,49 persen, dan hal ini disebabkan oleh perubahan It (-0,05%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,45%).
“Penurunan yang terjadi pada It karena indeks kelompok penangkapan ikan secara rata-rata turun sebesar 0,05 persen. Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib karena perubahan IKRT naik sebesar 0,77 persen dan indeks BPPBM turun sebesar 0,07 persen,”katanya.
Sedangkan Kelompok Budidaya Ikan (NTPi) Pada November 2016, NTPi mengalami penurunan sebesar 0,14 persen, dan hal ini disebabkan oleh perubahan It (0,26%) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Ib (0,40%). Kenaikan yang terjadi pada It karena indeks kelompok budidaya ikan secara rata-rata naik sebesar 0,26 persen.
“Di sisi lain, perubahan kenaikan pada Ib karena perubahan IKRT naik sebesar 0,76 persen dan indeks BPPBM naik sebesar 0,09 persen,”pungkasnya.(W04)
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota