Minggu, 22 Februari 2026

Anggaran Pembangunan Kios Sementara Eks Pedagang Pasar Aksara Rp. 5,8 miliar Ditunda

Administrator - Jumat, 28 Oktober 2016 09:42 WIB
Anggaran Pembangunan Kios Sementara Eks Pedagang Pasar Aksara Rp. 5,8 miliar Ditunda

Medan|SUMUT24 Nasib pedagang Pasar Aksara Medan, akan terus terkatung katung. Rencana relokasi untuk ratusan pedagang terancam tidak dilaksanakan, karena DPRD Medan meminta anggaran pembangunan kios sementara pedagang sebesar Rp5,8 miliar ditunda.

Baca Juga:

Permintaan penundaan anggaran tersebut disampaikan Anggota DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis dalam rapat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dam Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2016, di ruang Paripurna DPRD Medan, Kamis (27/10).

“Saya melihat dari efektifitas waktu, program ini tidak bisa tercapai. Waktunya tinggal satu bulan setengah, belum pembentukan panitia kemudian proses lainnya. Jadi kita meminta program ini dipending dahulu,” jelas anggota DPRD Medan Godfried Effendi Lubis.

Godfried juga menilai penganggaran program ini terkesan asal saja, mengingat lokasi relokasi belum ditentukan. “Saya juga melihat program ini tidak jelas, programnya sudah ditentukan tapi lokasinya belum jelas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Godfried tidak menginginkan pembangunan kios sementara dibuat asal jadi saja kemudian dihancurkan. “Seperti penampungan kios di Pasar Kampung Lalang sebesar Rp1 miliar kemudian dihancurkan begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Pemukiman Riza Zulfi mengakui, anggaran pembangunan kios sementara relokasi pedagang eks Pasar Aksara sebesar Rp 5,8 miliar dan untuk tempat masih belum final.

“Untuk program pembangunan kios sementara untuk relokasi pedagang pasar aksara dianggarkan sebesar Rp 5,8 miliar. Tapi, untuk tempatnya masih belum final,” jelasnya.

Diakui Riza, untuk program ini ada dua lokasi diantaranya di kawasan MMTC Pancing dan Eks Rumah Sakit Martondi Jalan Letda Sudjono.

“Lokasinya semula di Pancing kemudian ada penolakan warga, kemudian di Eks RS Martondi juga ada penolakan dari pedagang,” jelasnya.

Dikatakannya juga, untuk lokasi ini masih belum jelas, memang terjadi dinamika sebelumnya tetapi Perkim tetap menganggarkan program ini.(R02/Editor : Nisa Lubis)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev: Sudah Terlaksana dengan Baik
komentar
beritaTerbaru