Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Ditengah tekanan ekonomi yang terus membelenggu akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan BI yang menurunkan BI 7 Days Repo Rate beberapa hari yang lalu seakan memberikan harapan akan adanya suplemen untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, menurut ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, penurunan tersebut tidak akan memberikan dampak multiplier yang besar disaat Bank justru tidak menurunkan besaran suku bunga pinjamannya. “Ini kan masalah disisi lainnya. Karena perbankan kita saat ini tengah berhadapan dengan masalah NPL yang membuat ruang gerak Bank kita menjadi terbatas dalam berekspansi,â€katanya Rabu (26/10).
Ada problematika saat ini. Yakni bunga turun, NPL naik, perekonomian global melambat yang berujung pemulihan daya beli tidak akan merespon secara instan kebijakan penurunan bunga acuan tersebut. Ditambah lagi bank akan hati-hati dalam menyalurkan kreditnya.
“Untuk SUMUT sendiri masalahnya juga tidak jauh berbeda. Bahkan kalau saya boleh menilai lebih ruwet. SUMUT banyak bergantung pada harga komoditas yang terus turun. Disaat harga komoditas melemah, sektor rill akan memperlambat penyerapan pembiayaan, potensi kredit macetnya besar. Harga komoditas yang masih rendah akan membuat pengusaha enggan menyerap kredit,â€katanya.
Bunga acuan yang turun dari posisi 5% menjadi 4.75% juga belum tentu akan direspon secepat itu oleh perbankan untuk menurunkan bunga. Dengan bunga yang murah saja belum tentu aktifitas ekonomi akan menggeliat. Dan jika ditambah dengan respon yang lambat pada kebijakan penyesuaian bunga pinjaman oleh Bank.
“Maka kesimpulannya adalah SUMUT masih akan tetap bergantung kepada harga komoditas. Dan tertolong oleh belanja pemerintah di infrastruktur. Tapi SUMUT belum akan langsung merespon cepat dengan laju pertumbuhan ekonomi di atas 5.3% di akhir tahun 2016 ini. Setidaknya hingga akhir tahun dampak penurunan bunga acuan kita belum akan dirasakan manfaatnya di wilayah ini,â€ujarnya.
Perbankan masih akan berkutat pada penyelesaian NPL. Ekspansi masih akan sangat terbatas. Iklim investasi belum akan pulih dengan segera. Namun kebijakan menurunkan bunga cuan baru mulai akan dirasakan nanti di semester I tahun 2017 mendatang. “ Jadi jangan berharap banyak dulu akan ada perbaikan yang signifikan jika bersandar pada bunga acuan saja,â€pungkasnya.(W04/Editor : Nisa Lubis)
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota