Medan I Sumut24
Dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait guna mendorong pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia menggelar diseminasi hasil kajian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga:
Diseminasi dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Doddy Zulverdi dan dihadiri Walikota Medan Bobby Afif Nasution, para kepala daerah kabupaten/kota di Sumut, para narasumber, digelar di Santika Premiere Dyandra Convention, Medan, Rabu (16/2/2022).
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Doddy Zulverdi menyampaikan, sebagai salah satu upaya meningkatkan peran advisory bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia senantiasa melaksanakan pendalaman melalui asesmen dan kajian, salah satunya kajian terkait UMKM yaitu KPJU Unggulan Sumut 2021.
“Kajian ini merupakan upaya pendalaman yang rutin kami laksanakan setiap 5 tahun sekali guna melakukan pengkinian data dan informasi terhadap komoditas unggulan daerah,†Doddy Zulverdi.
Doddy Zulverdi menyebutkan, penelitian ini bertujuan untuk memahami profil daerah, kebijakan pemerintah dan perbankan dalam pengembangan UMKM. Selain itu memetakan KPJU unggulan daerah yang perlu menjadi prioritas untuk dikembangkan, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi dalam pengembangan KPJU unggulan UMKM.
Pada tahun ini, tambah Doddy Zulverdi pelaksanaan kajian bekerjasama dengan Yayasan Berka Semi Strategika. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penetapan KPJU unggulan UMKM dilakukan secara bertingkat yang diawali dengan penetapan pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga tingkat provinsi.
Hadir pada pertemuan tersebut Walikota Medan Bobby Nasution, Kepala Daerah di Sumut, para narasumber Yunita Resmi Sari, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Mohammad Arif Yunus, peneliti dari Yayasan Berka Semi Strategika, Dr. Saparuddin Siregar, SE., Ak, MA., Ca, Sas., Qgia, akademisi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan
Kepala Perwakilan BI Sibolga dan Pematang Siantar serta Kepala Bappeda se-Provinsi Sumatera Utara, atau yang mewakili.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Doddy Zulverdi mengatakan hasil kajian diseminasi yang telah disusun diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam upaya pengembangan UMKM di daerah.
Hal ini sejalan dengan tema besar BI dalam mendorong UMKM “naik kelas†dan turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Bank Indonesia dalam menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar serta penurunan defisit transaksi berjalan.
“Mari bersama-sama kita perkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pemulihan ekonomi di Sumut,†ungkap Doddy Zulverdi.
Sementara itu, Peneliti dari Yayasan Berka Semi Strategika, Mohammad Arif Yunus menyampaikan, terdapat 215 jenis KPJU unggulan UMKM per sektor dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut. Dari jumlah tersebut terdapat 5 KPJU unggulan UMKM per sektor utama, yakni Pertanian, Industri Pengolahan, Perdagangan & Perawatan Kendaraan, Perikanan, dan Akomodasi, Makan & Minum.
Dari sektor Pertanian terdapat komoditas padi, jagung, kelapa sawit, ayam ras pedaging, dan kopi. Industri Pengolahan terdiri dari aneka keripik, penggilingan beras, kopi bubuk, kue khas/tradisional, dan tenun. Dari Perdagangan & Perawatan Kendaraan, terdiri dari toko kelontong, penjualan beras, reparasi motor, penjualan kopi, dan penjualan hasil perikanan.
Kemudian dari sektor Perikanan, terdiri dari ikan nila, ikan lele, ikan mas, ikan tangkapan (umum), dan ikan kerapu. Sedangkan dari sektor Akomodasi, Makan & Minum terdiri dari warung makan (campur), kedai kopi, cafe/resto, hotel melati, pedagang makanan keliling. (R03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News