Medan I Sumut24.CO
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat pada bulan Januari 2022, Sumut mengalami inflasi 1,03% karena dipicu kenaikan tujuh komodintas. Diantarnya, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, . Komoditas lainnya ya know rokok kretek filter, tomat, ikan tongkol/ikan ambu-ambu dan angkutan udara. Demikian disampaikan Dinar Butar-butar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumatera Utara, kepada wartawan dalam pemaparan inflasi secara virtual, Rabu (2/2/2022).
Baca Juga:
Rinciannya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga dari tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,57 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar
0,14 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90 persen; kelompok transportasi sebesar 0,52 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,42 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen.
Di sisi lain, sebut Dinar Butar-butar, kelompok yang mengalami penurunan harga, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; serta
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.
Dua kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok kesehatan; dan kelompok pendidikan.
Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruh kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Sibolga sebesar 1,53 persen, disusul Kota Medan sebesar 1,04%, kemudian Kota Penatangsiantar sebesar 0,96%. “Sementara Kota Gunung Sitoli inflasi 0,93% dan Padangsidimpuan inflasi sebesar 0,90%,” ujar Dinar Butar-butar.
Dinar mengatakan, inflasi Januari 2022 menyebabkan inflasi tahun ke tahun (Januari 2022 terhadapn Januari 2021) masing-masing kota yakni Sibolga inflasi 2,66%, Pematangsiantar inflasi 1,94%, Medan inflasi 2,36%, Padangsidimpuan inflasi 2,02% dan Gunung Sitoli inflasi 0,39%. Dengan demikian, inflasi tahun ke tahun gabungan 5 kota IHK di Sumut sebesar 2,30%. (red)
—-
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News