Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Medan | Sumut24 Realisasi laju tekanan inflasi di SUMUT yang sebesar 1.2% ini merupakan prestasi buruk. Inflasi tidak terkendali selama bulan September kemarin. Realisasi laju tekanan inflasi ini sekaligus menunjukan bahwa ada masalah serius pada pengelolaan inflasi disaat terjadi gangguan cuaca yang buruk.
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kontribusi harga cabai merah menjadi penyumbang bagi inflasi kemarin. Faktanya ini menunjukan bahwa ada ketidaksiapan dalam menghadapi gangguan pasokan yang sifatnya tidak terduga. Untuk memastikan pasokan memang tidak mudah, karena harus memiliki perkiraan terkait dengan kemungkinan yang tidak pasti tersebut.
Namun, bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk menciptakan sebuah lumbung pangan yang bisa digunakan untuk menstabilkan harga dalam jangka pendek. “Saya melihat peran BULOG masih terbatas dalam mengintervensi harga cabai kemarin. Saya juga belum mengetahui masalahnya dimana. Walaupun saya menduga ada di masalah pasokan yang belum sepenuhnya cukup dan mampu menstabilkan harga dilapangan,” kata Gunawan kepada SUMUT24, Kamis (6/10).
Pengendalian sejumlah pasokan yang dihasilkan dari SUMUT juga harus memperhatikan sisi permintaan dari wilayah di luar SUMUT khususnya Riau dan batam. Tidak jarang ada begitu banyak bahan pangan yang diproduksi disini juga masuk ke pasar diluar SUMUT.
Patauan SUMUT24 pada saat ini harga cabai merah di Pasar Induk Medan masih bertahan mahal di 60.000 per Kg. Kenaikan harga tersebut sudah berlangsung lama. Meskipun sempat berfluktuasi. “Harga cabai merah di berastagi yang jelas berdekatan dengan sentral produksi pernah bertengger di harga 60.000 per Kg,” ujar Tania pedagang Pasar Induk.
Dikatakannya, pada saat itu, ada banyak pasokan yang datang dari luar wilayah kabupaten karo. Sementara saat ini, pasokan cabai di SUMUT masih bermasalah. Cuaca menambah beban dalam pengendalian harga. Ditambah lagi ada permintaan cabai yang tinggi dari luar wilayah seperti Pekanbaru dan batam.
“Dan yang saya tau ada masalah di sisi pasokan penghasil cabai di Riau khususnya dari Kerinci. Jadi saya lihat belum ada penurunan harga cabai sekarang ini. Tapi, sebaiknya Bulog maupun pemerintah dapat kendalikan harga cabai merah,â€pungkasnya.(W04)
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota