MIT Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Tangkap 2 Residivis Sindikat Curanmor Beraksi Puluhan Kali
MIT Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Tangkap 2 Residivis Sindikat Curanmor Beraksi Puluhan Kali
kota
MEDAN | SUMUT24 Tahun 2016 perekonomian Indonesia khususnya Sumut masih dalam proses untuk peningkatan yang lebih baik. Walau pada tahun kemarin, perekomian kita masih lambat. Sehingga banyak perusahaan yang gulung tikar, bahkan hingga bangkrut. Untuk rupiah sendiri, kita ketahui masih berjuang agar tidak anjlok. Pada sesi Jumat sore rupiah masih di angka Rp 13.910, walau sebenarnya kondisi masih terbilang wajar.
Baca Juga:
Namun, bagi pelaku usaha dibidang kuliner ternyata masih terbilang menjanjikan. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Hamdani pemilik Coffie Kampoeng, sampai saat ini semenjak membuka usaha dibidang kuliner tekanan rupiah ataupun perekomian melambat bukanlah hal yang utama dalam menjalankan bisnis kuliner. Sebab menurutnya, kuliner adalah usaha yang bergerak dibidang “rasaâ€.
“saya tetap optimis dalam menjalankan usaha cafe saya, sebab bagi saya jika rasa yang kita ciptakan mengena di lidah pengunjung maka besok besok pasti datang lagi untuk kembali mencicipinya,â€katanya belum lama ini.
Selain itu, usaha yang dirintis dari tahun 2014 ini dengan berjalannya waktu semakin digemari para pecinta kuliner. Sebab, kiat yang paling utama agar sukses dibidang kuliner adalah menciptakan menu yang biasa menjadi luar biasa ditambah dengna harga yang standart.
“Kita masalah harga masih terbilang murah, masih dikisaran Rp 9.000 hingga Rp 19.000, sehingga pengunjung tidak pernah puas untuk selalu nongkrong atau menikmati menu kami di sini,â€ujarnya.
Yusuf menambahkan bahwa dalam menciptakan usaha tetap berkembang, menu memang harus selalu berkreasi. Kreasi menurutnya bukan dengan menciptakan menu baru melainkan tampilan diatas piring juga diperhitungkan agar pengunjung menjadi tertarik.
“nasi goreng kampung masih tetap menjadi andalan kita, juga mie gerujuk dan mie jawa, untuk minuman tetap kopi hitam,â€Ujarnya.
Tambahnya, ditahun 2016 ini, masyarakat selalu mencari makanan yang berbau kampung atau disebut juga masakan rumahan. Sehingga nasi goreng kampung selalu dikreasikan agar tetap menarik.
“Saya akan terus lakukan perubahan perubahan dalam memajukan usaha kuliner saya, sebab usaha kuliner jika dijalankan dengan serius maka usaha ini akan maju. Selain memberikan menu menu yang dapat mencuri perhatian pengunjung khusus malam kamis kita tampilkan acoustik dan malam minggu kita tampilkan DJ, dan salah satu untuk membedakan cafe saya dengan cafe cafe yang lain,â€katanya yang beralamat di Jalan Platina 7B No 18 Titipapan, Medan.(nis)
MIT Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Tangkap 2 Residivis Sindikat Curanmor Beraksi Puluhan Kali
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas ola
kota
Bupati Saipullah Tutup MTQ XXV Madina 2026, 250 Peserta Berkompetisi
kota
Bupati Saipullah Buka Mubes III FPPAB Madina, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat
kota
Berlumpur Demi Rakyat! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Bangun Harapan Petani Sangkunur
kota
Air Kehidupan Itu Segera Mengalir, Berkat Gotong Royong Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS dan Warga
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Jadi &039Malaikat Penolong&039 bagi Warga Sangkunur
kota
Saat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Menjadi Saudara Kisah Haru Pratu Abadi Bantu Roni Nasution Siapkan Kayu Bakar
kota
Hangatnya Gotong Royong Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga, Masjid Babussalam Kinclong Jelang Ramadhan
kota
Sambut Ramadhan dengan Cinta, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan dan Warga Bersihkan Rumah Ibadah
kota