Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Harga cabai merah masih tangguh. Hingga hari ini Rabu (8/9/2016) bumbu dapur ini dipasarkan diharga antara Rp 56.000 hingga Rp 60.000. Mahalnya harga cabai merah ini membuat permintaan merosot dan konsumen mulai beralih dengan cabai rawit merah.
Seperti diungkapkan Antonius Sipayung, pedagang sayuran di Pasar Tradisional Petisah Medan. “Empat hari ini, cabai merah bertahan di harga Rp 56.000 per kg,”ujarnya.
Mahalnya harga cabai merah ini menurutnya, karena suplay dari gunung yang menipis. Sehingga membuat harga tetap mahal.
Memang sambungnya, suplay cabai merah dari Jawa ada. Hanya saja, kualitasnya tidak bagus. Sehingga konsumen tidak tertarik untuk membelinya.
“Sekarang ini, permintaan merosot jauh pembeli,”ujarnya dan Antonius mengaku mengalami kerugian akibat mahalnya harga cabai ini. Sedangkan untuk strategi, dia mengandalkan sayuran lainnya.
Bahkan dia mengaku, cabai merah dengan kualitas tidak bagus terpaksa dijual murah. Karena tidak laku. “Sering merugi, karena kualitas jelek jual mahal ngak laku,”ujarnya.
Mahalnya cabai merah ini sebutnya, membuat masyarakat mulai beralih dengan cabai rawit. Karena harganya lebih terjangkau yang dipasarkan Rp 40.000 per kg.
“Sekarang banyak yang beralih ke cabai rawit. Kita biasa hanya 15 kg, sekarang ini menjadi 20 kg. Selain itu juga beralih ke cabai hijau,”ujarnya.
Hal tidak berbeda diungkapkan pedagang di Pusat Pasar Medan, Asnidar. Dia juga mengaku saat ini, harga cabai merah masih melambung. “Cabai merah hari ini Rp 54.000 per kg, semalam Rp 55.000,”ujarnya.
Dia menyebutkan melambungnya harga cabai merah ini karena selain suplay yang kurang dari gunung, cabai merah dari luar seperti Aceh dan Jawa tidak ada masuk.
Edi menjadi salah satu yang beralih dengan cabai rawit dengan kenaikan cabai merah. Karena jika tetap mempertahankan cabai merah dengan harga diatas Rp 50.000 per kg, akan berimbas pada untung yang semakin menipis.
Sementara untuk menaikkan harga jual tidak memungkinkan. “Sekarang kita beralih dengan cabai rawit. Tidak ada pilihan lain, selain mengurangi konsumsi cabai merah. “Makanya, kalau cabai merah mahal, banyak yang diincar cabai rawit merah. Tapi kalau cabai merah harganya sudah normal, akan tetap gunnakan cabai merah,”ujar pemilik usaha kuliner yang sudah punya lima outlet ini
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota