Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
- Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut24 Group Rianto SH MH Berduka
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Akhir-akhir ini memang bermunculan semacam kekuatiran dari masyarakat terkait dengan program pengampunan pajak pemerintah. Bahkan di media sosial pun terjadi pembentukan opini yang meresahkan dimana pemerintah diposisikan sebagai pihak yang mengejar-ngejar rakyatnya untuk bayar pajak.
 Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk kesalahan komunikasi pemerintah kepada masyarakatnya. Sedari awal memang tax amnesty ini bertujuan untuk menarik duit WNI yang tersimpan di Negara lain. Dugaan jumlahnya mencapai 3 kali lipat lebih dari cadangan devisa kita saat ini.
 “Sementara itu, sosialisasi mengenai pengampunan pajak sebelumnya banyak mengumpulkan para wajib pajak kakap yang diduga memiliki simpanan di Negara lain. Karena memang target awalnya ada disitu. Akan tetapi justru kebijakan seperti ini menjadi masalah disisi lain karena tidak semua masyarakat mendapatkan informasi yang sama dan akurat,”katanya Kamis (1/9/2016).
Tax amnesty atau pengampunan pajak ini memang suatu hal yang baru bagi masyarakat. Sehingga wajar mereka bingung. Yang paling mengecewakan adalah dengan kesiapan pegawai kantor pajak yang juga dinilai belum sepenuhnya menguasai masalah pengampunan pajak tersebut. Sehingga menambah kebingungan di tengah masyarakat.
Sosialisasi sebelumnya yang dilakukan pemerintah memang menuai banyak pertanyaan dan tidak sedikit yang membingungkan. Sosialisasi lewat media cetak, selebaran atau elektronik tidak menjelaskan secara rinci program tersebut. Alhasil, memang ada beragam penafsiran dan bahkan menurut hemat saya digunakan oleh lawan politik untuk menyerang program pemerintah tersebut.
“Namun kesalahan dari pemerintah terkait program ini adalah sosialisasi yang minim sehingga menimbulkan keresahan yang sempat menjadi viral di media sosial. Saya menilai pemerintah tergesa-gesa dalam megeksekusi program ini tanpa ada kesiapan yang matang khususnya kesiapan SDM dilapangan untuk menjelaskan program tersebut,”ujarnya.
Akan tetapi perlahan semuanya sudah mulai terlihat. Yang paling penting adalah masyarakat mengetahui secara benar posisi hak mereka dalam program tax amnesty tersebut. Kalau mengukur tingkat keberhasilan pengampunan pajak. Memang saat ini masih jauh dari target pemerintah. Angkanya masih dibawah 3%.
Akan tetapi jalan masih panjang, masih ada 5 bulan yang akan datang. Segala kemungkinan yang tak terduga bisa saja terjadi. Sejauh ini saya menilai mereka yang memiliki harta diluar negeri tengah mempertimbangkan asset mana yang akan diikutkan untuk program tax amnesty.
“Dan saya menduga asset tetap yang akan mendominasi sebagai asset yang diikutkan dalam program pemerintah tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada asset bergerak atau lancar yang diikutkan dalam program ini,”ujarnya.
Ditambahkannya, kepada siapapun yang mencari nafkah dinegeri ini namun menyimpan uangnya di Negara lain diluar tujuan berbisnis. Pada dasarnya tax amnesty ini tidak diperlukan jika kita smeua menyadari bahwa kita adalah warga negeraIndonesia. Kita mencari nafkah disini.
Sudah semestinya uang yang didapatkan juga disimpan disini. Jangan disimpan dinegera lain. Negara ini butuh pembangunan yang signifikan untuk mengentaskan kemiskinan yang sudah mendarah daging.
“Bagi pemerintah atau siapapun calon pemimpin di negeri ini kedepan. Berikanlah kepastian hukum. Jangan berganti pemimpin berganti pula kebijakan. Kita butuh kepastian dalam berinvestasi untuk menjadi penopang pembangunan dalam jangka panjang,”pungkasnya.(W04)
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Mneterengnya
kota
Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI H. Muhammad Husni Wafat, CEO Sumut Group Rianto SH MH Berduka
kota
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota