Senin, 23 Februari 2026

Bank Indonesia Kembangkan Transaksi LCS ke Negara Luar Melibatkan Pengusaha Lokal

Administrator - Sabtu, 30 Oktober 2021 11:19 WIB
Bank Indonesia Kembangkan Transaksi LCS ke Negara Luar Melibatkan Pengusaha Lokal

Parapat I Sumut24.CO

Baca Juga:

Bank Indonesia (BI) terus berupaya melakukan pengembangan sistem diberbagai bidang.

Melalui pengembangan transaksi LCS (Local Currency Settlement), yaitu transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal menjadi fokus pemerintah dalam. membangkitkan ekonomi dalam negeri,.

“Salah satu program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional khususnya untuk mendukung kegiatan ekspor-impor pengusaha, adalah melalui pengembangan transaksi LCS,” sebut Bayront Yudit Rumondor selaku Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Jakarta ketika menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis yang diselenggarakan KPw BI Sumut di Niagara Hotel dan Resort Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut, Sabtu (30/10/2021).

LCS sendiri, sebut Bayront, sebagai salah satu upaya pemerintah melakukan pemulihan ekonomi yang tertuang pada UU No.2 tahun 2020 tentang Pemulihan Ekonomi Nasional terkait Covid-19 dan Peraturan Perundang-undangan pada Pasal 26 PP No.23 tahun 2020 tentang program pemulihan ekonomi nasional.

Lahirnya LCS, ujar Bayront Yudit Rumondor, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional agar pelaku usaha dapat melakukan penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dengan menggunakan mata uang local. LCS juga melakukan penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan oleh pelaku usaha Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing.

“LCS itu adalah penyelesaian transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing melalui bank ACCD. Jadi ini upaya agar tidak terlalu ketergantungan kepada mata uang US Dollar saja,” ssbjt Bayront.

Dalam pelaksanaan LCS, ujarnya, kementerian/lembaga dapat memberikan kemudahan, fasilitas, insentif, percepatan pelayanan ekspor-impor sesuai ketentuan perundang-undangan.

Bank Indonesia mengimplementasikan kebijakan Local Currency Settlement sebagai salah satu upaya untuk mempercepat pengembangan pasar, mengurangi volatilitas terhadap nilai tukar Rupiah dan untuk meningkatkan efisiensi pasar.

“LCS merupakan salah satu topik kebijakan BI dalam pengembangan pasar uang di 2025,” imbuh Bayront Yudit Rumondor.

Saat ini, lanjut Bayront, Bank Indonesia sudah melakukan kemitraan kepada 4 Negara dalam hal kerjasama di LCS yaitu, Thailand, Malaysia, Jepang dan Tiongkok. Kedepan, beberapa negara lain yang berhubungan di bidang perdagangan hingga investasi dengan Indonesia mulai mendekatkan diri dan dalam upaya bergabung.

Bayront memaparkan, Sistem LCS memberikan beberapa manfaat kepada antar negara yang terlibat. Diantaranya, fleksibilitas transaksi bagi pengusaha dengan adanya threshold transaksi yang lebih longgar dibandingkan transaksi USD/IDR. Kemudian, nasabah dapat membuka rekening mata uang lokal mitra di Indonesia.

Manfaat lainnya, nasabah LCS dapat melakukan remitansi dalam mata uang lokal untuk penerimaan atau pengiriman gaji atau pendapatan. Nasabah juga dapat memperoleh financing dalam mata uang lokal mitra di Indonesia untuk kebutuhan setelmen ke negara mitra, misalnya membuka LC dalam MYR, THB, JPY, CNY atau IDR Direct quotation dan biaya hedging yang relatif rendah.

“Jadi, nasabah dapat membuat atau membuka rekening mata uang lokal. Semisal kita membuat rekening dengan mata uang Ringgit, Yuan dan lainnya. Saat ini kita masih dalam penjajakan agar pelaku-pelaku yang menggunakan skema LCS ini bisa mendapatkan intensive,” paparnya.

Saat ini, aku Bayront, perkembangan transaksi LCS di Indonesia volumenya meningkat, bahkan transaksi LCS di Indonesia dengan perdagangan Indonesia ke luar cukup besar.

Namun, beberapa pelaku usaha asal indonesia yang sudah melakukan skema LCS dominannya berada di wilayah pulau jawa. Dirinya pun berharap, pelaku usaha di wilayah lain bisa ikut berpartisipasi, apalagi Sumatera Utara. Apalagi, pengetahuan soal LCS belum merata. Sehingga pihaknya terus melakukan sosialisasi ke bank-bank ACCD dan bank-bank akan memberikan intensif bagi nasabah yang menggunakan skema LCS.

“Maka dari itu, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, wartawan selaku mitra kerja Bank Indonesia bisa mensosialisasikan skema LCS dan manfaat LCS bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan wartawan ini dillaksanakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI KPw Sumut) turut dihadiri langsung, Kepala BI Sumut, Soekowardojo, didampingi Diputi BI Sumut, Ibrahim, Kepala Divisi Pengembangan dan Ekonomi BI Sumut, Poltak Sitanggang, dan lainnya.

Hadir pula beberapa narasumber dari Deputi Manager Marketing KFPT Bank BCA Medan, Richard Iskandar dan tim Marketing di BCA, serta ditutup dengan materi tentang motivasi yang disampaikan Wahyudi.(R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dr. Supriadi SE., Beri Apresiasi Kinerja Rico - Zaki
Gubsu Bobby Terima Kunjungan Wamen PANRB, Bahas Penguatan Layanan di Daerah Terdampak Bencana
Wartawan, Spiritualis, dan Pendaki: Satu Sosok Banyak Jejak
Akses Pelabuhan dan Puskesmas Jadi Fokus, Mahyaruddin Salim Sampaikan Usulan Strategis ke Pemprov Sumut
Kabar Baik! Satgas Saber Ketapang dan Polres Palas Cek HET, Harga Bahan Pokok Masih Aman
Kapolda Sumut Ajak Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Dukung Polri Presisi di Bulan Ramadhan
komentar
beritaTerbaru