Dua Bangunan Cagar Budaya Di Tanjungbalai Butuh Perhatian Pemko & Terkesan Di Abaikan 

Tanjungbalai I Sumut24.co
Dua bangunan bersejarah dan sudah di register oleh pihak Pemerintah Pusat sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Negara Republik Indonesia ini, butuh perhatian dan terkesan di abaikan bahkan kurang di rawat sehingga terkesan tidak di perhatikan, baik oleh pihak Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai juga dari pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Lainnya yang beroperasi di lingkungan Kota Tanjungbalai.

Pantauan Media ini di lokasi kedua bangunan tersebut Kamis (13/1/2022) yang terletak di Kelurahan Sei.Rajo, Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai yang di kenal dengan sebutan Bangunan Bersejarah terlihat sangat memprihatinkan, hampir seluruh plafon di ruangan bangunan tersebut runtuh, seperti bangunan tua yang sudah lama tidak berpenghuni, di tambah lagi dengan warna catnya yang terlihat kusam, begitu juga bangunan Balai di ujung Tanjung, yang juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang terletak di Kelurahan Indra Sakti Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Bangunan Balai Di Ujung Tanjungbalai juga terlihat kurang di urus, cat bangunannya juga terlihat kusam, padahal setiap acara acara besar bangunan tersebut sering di kunjungi bahkan setiap tamu yang datang dari  luar daerah bangunan tersebut juga dikunjungi namun perhatian pemerintah untuk merawat nya sangat kurang.

Padahal Uandang Uandang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya telah di atur dan di jelaskan di pasal (1) bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pencarian benda, bangunan, struktur, dan/atau lokasi yang diduga sebagai Cagar Budaya, sedangkan pada pasal (2) Pencarian Cagar Budaya atau yang diduga Cagar Budaya dapat dilakukan oleh setiap orang dengan penggalian, penyelaman, dan/atau pengangkatan di darat dan/atau di air, namun hal ini terkesan tidak di tanggapi oleh pemerintah kota.

Menanggapi masalah ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemko Tanjungbalai Azhar.S.Pd melalui Kepala Seksi (Kasi) Budaya Dinas Pendidikan Lefri Alamsyah saat di temui di ruangan nya mengatakan untuk anggaran perawatan kedua bangunan itu tidak ada, Kita sudah berusaha untuk mengusulkan nya melalui panitia anggaran Eksekutif namun sampai saat ini tidak juga terealisasi, bahkan pihak Dinas Pendidikan juga sudah mengusulkan dana CSR dari Bank SUMUT tahun 2021 yang lalu, namun juga tidak direalisasikan ujar nya.

Mudah mudahan di tahun 2022 ini ada yang bersedia meluncurkan dana CSR sehingga dapat kita gunakan untuk memperbaiki atau setidaknya dana untuk mencat kedua bangunan tersebut, ujar Lefri.(Id)