DKM Apresiasi Pembersihan Gedung Bersejarah, Jadikan Museum dan Gedung Pertunjukan Taraf Internasional 

113

Medan | Sumut24

Dewan Kesenian Medan (DKM) mengapresiasi timdakan Pemko Medan yang melakukan penyelamatan, pemugaran dan pengambilalihan dari tangan-tangan orang yang tak jelas yang selama ini menjadikan gedung tua Warenhuis sebagai tempat tinggal mereka.

“Kita mengapresiasi kerja Pemko Medan dalam menyelamatkan gedung tua atau gedung bersejarah seperti gedung Warenhuis di Jalan Hindu. Apa yang dilakukan Pemko Medan didukung penuh oleh DKM,” kata Rianto Ahgly SH, Selasa (13/8) di Medan.

Menurut pria yang juga dikenal dengan Anto Genk ini, gedung-gedung tua itu sudah selayaknya diselamatkan oleh Pemko Medan untuk dijadikan objek wisata kota semisal gedung kesenian atau gedung pertunjukan teater, atau juga musium seni.

“Gedung-gedung itu harus segera dipugar dan dijadikan gedung yang bermanfaat supaya dapat menjadi tempat wisata kota seperti di Semarang dan kota tua di Jakarta. Dengan begitu gedung-gedung tua itu ada manfaatnya dan memberikan PAD bagi Pemko Medan,” ujar Anto Genk.

Anto Genk yang juga Ketua DKM ini meminta kepada Pemko Medan agar dalam merevitalisasi gedung-gedung tua itu nantinya mengikut sertakan DKM. Sebab DKM banyak mengandeng seniman untuk ikut memikirkan akan dibuat apa nantinya gedung-gedung tua itu.

“Kita dari DKM siap untuk ikut memikirkan seperti apa nantinya gedung-gedung tua itu direvitalisasi Misalnya yang masih bagus dijadikan gedung pertunjukan atau museum Kota Medan. Sedangkan yang tinggal kerangka itu akan dipoles oleh seniman seni rupa sehingga menjadi artistik dan dapat digunakan untuk wisata poto oleh turis lokal,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya Pemko Medan pascapengosongan sekaligus pengambilalihan Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Selasa (13/8) melakukan pembersihan terhadap sejumlah sampah maupun material yang tersisa.

Langkah ini dilakukan agar kondisi gedung yang dulunya merupakan pusat perbelanjaan pertama di Kota Medan tersebut menjadi lebih bersih dan jauh dari kesan kumuh. Pembersihan dilakukan sejumlah petugas dari DPKPPR dan DKP Kota Medan dipimpin Kadis DPKPPR, Benny Iskandar, dan Kadis DKP Kota Medan, M Husni.

Puluhan petugas diturunkan untuk membersihkan setiap sudut dan ruang di Gedung Warenhuis, menggunakan peralatan manual seperti sapu, cangkul dan penggaruk sampah. Seluruh barang dan sampah yang dibersihkan kemudian dibawa keluar gedung untuk selanjutnya dibawa menuju tempat pembuangan menggunakan truk.

Kadis DPKPPR, Benny Iskandar, mengatakan pembersihan dilakukan agar Gedung Warenhuis menjadi bersih dan tidak berantakan. Pasalnya, kondisi gedung saat ini sangat kotor dan dipenuhi berbagai semak belukar yang menjulang tinggi di dalamnya. Selain itu lanjut Benny, kegiatan ini sekaligus untuk mengecek kondisi gedung yang direncanakan akan direvitalisasi Pemko Medan.

“Hari ini kita bersama DKP Kota Medan melakukan pembersihan Gedung Warenhuis. Setelah gedung ini diambil alih Pemko Medan, kali ini kita masuk pada tahap pembersihan. Setelah semuanya bersih, kita dapat melihat dan mengetahui bagian mana saja yang perlu diperbaiki. Namun, perbaikan nantinya diupayakan tidak merubah bentuk asli agar nilai history dari Gedung Warenhuis tetap terjaga,” kata Benny.

Benny mengungkapkan, setelah Gedung Warenhuis bersih dan direvitalisasi, Pemko Medan akan melibatkan seluruh stakeholder terkait untuk meminta saran dan masukan terkait peruntukkan Gedung Warenhuis nantinya melalui Focus Group Discussion (FGD). Hal ini dilakukan agar Gedung Warenhuis dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya-baiknya.

“Sejauh ini kita belum dapat memastikan kegunaan Gedung Warenhuis pasca dilakukan pembersihan dan revitalisasi. Kami berencana akan melibatkan seluruh komponen terkait untuk berdiskusi, meminta saran dan masukan yang terbaik bagi Gedung Warenhuis. Bisa saja nanti akan digunakan sebagai kantor oleh Pemko Medan ataupun ruang publik seperti museum dan gedung teater,” ungkapnya. (R02/aba)

Loading...