Disdik dan Faji Sergai akan Gelar Challange Rafting Bah Bolon

SERGAI | SUMUT24
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bekerjasama dengan Pengcab Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sergai akan mengelar kegiatan Challange Rafting Bah Bolon, 23 April tahun 2016 Senior High School yang diselenggarakan di sungai Bah Bolon Kecamatan Sipispis.

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda Yang Tangguh Dan Berani” ini hanya diperuntukkan bagi tingkatan SMA sederajat.

Kepala Disdik Sergai Joni Walker Manik mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengenalkan olahraga arung jeram kepada para anak didik khususnya ditingkat SMA. Selain itu, kegiatan ini juga dianggap sebagai alternatif untuk peningkatan mutu siswa selain proses pembelajaran di ruang kelas.

“Selain berolahraga, arung jeram ini mampu membentuk kepribadian. Hal itu sesuai dengan temanya, dan kita berharap sikap berani dan tangguh itu tumbuh dikalangan siswa tingkat SMA,” ujar Joni Walker Manik, di Sei Rampah, Kamis, (21/4).

Joni yang juga Ketua Pengcab FAJI Sergai mengatakan, ajang ini dipersiapkan dengan melibatkan seluruh pengurus FAJI Sergai. Disamping itu, kegiatan ini juga nantinya diharapkan bisa mengenalkan lebih luas lagi keberadaan Sungai Bah Bolon di Kecamatan Sipispis yang sangat cocok untuk olahraga ekstrim ini.

“Tentunya lewat event ini, kita berharap ada bibit-bibit baru atlet rafting asal Sergai nantinya,”ucap Joni.

Agar bisa memberikan manfaat seluas-luasnya atas kegiatan ini, Joni pun memastikan bahwa pihaknya telah sepakat untuk tak menarik biaya pendaftaran kepada SMA yang ingin ikut serta. Meski begitu, pihak panitia tetap akan memberikan hadiah dan trophy kepada para pemenang.

“Kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri Bupati Sergai Soekirman yang juga Ketua Pengda FAJI Sumut, dan Wakil Bupati yang juga Ketua KONI Sergai Darma Wijaya, disamping itu kegiatan ini akan diisi oleh beragam hiburan” pungkas Joni.

Sementara itu, Sekretaris Pengcab FAJI Sergai Erdian Wirajaya membeberkan, kejuaraan kali ini hanya mengelar 2 klas, Slalom dan Head to Head. Meski mengusung kejuaraan, namun kali ini ada sedikit berbeda. Dimana tingkat kesulitan dari setiap titik poin akan dikurangi.

“Hal ini bukan semata untuk mengurangi nilai kompetisinya, namun kebijakan ini mengingat mereka yang menjadi peserta adalah pemula,” katanya.(bdi)