Disbudpar Sumut Siap jadi fasilitator kegiatan seni budaya

Medan|SUMUT24

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut sesungguhnya memiliki wewenang melakukan berbagai aktivitas seni budaya, baik berbentuk fisik maupun non fisik, di dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk bertekad menjadikan Sumatera Utara kembali bermartabat.

“Disbudpar punya wewenang untuk melakukan itu,” kata Choking Susilo Sakeh, Anggota Majelis Kesenian Medan, saat ramah tamah Kepala Disbudpar Sumut dengan belasan seniman Medan di Taman Budaya Sumut, akhir pekan lalu.

Choking menyebutkan, kasus korupsi yang menjerat banyak pimpinan Pemprov Sumut akhir-akhir ini adalah fakta yang membuat Sumut terpuruk secara moral dan martabat. Dan peran seni budaya sesungguhnya teramat strategis untuk mengangkat kembali moral dan martabat Pemerintahan Sumut yang terpuruk tersebut.

Untuk itu, “Disbudpar Sumut mestinya mempunyai konsep strategis di dalam memberdayakan seni budaya terutama menggugah kesadaran bersama untuk menjadikan Sumut kembali bermartabat,” tegas Choking.

Dalam konteks ini Choking mencotohkan, antara lain Sumut dan Medan harus mempunyai sebuah gedung kesenian yang layak. Sebab, “Kondisi gedung kesenian di suatu daerah bisa mencerminkan bagaimana kualitas moralitas dan martabat pejabat di daerah tersebut.”

Sementara itu seniman Jaya Arjuna dan Darma Lubis memprihatinkan tidak tercantumnya pembangunan kesenian pada Rencana Pembangunan Daerah, maupun tidak adanya strategi pembangunan kesenian di Sumatera Utara.
“Kegiatan seni budaya selama ini dilakukan tanpa konsep jelas, karena belum adanya blue print pembangunan kesenian Sumut,” ujar Jaya Arjuna, yang juga anggota Majelis Kesenian Medan.

Berkaitan itu, seniman Hadi Ucok Hutagalung minta Pemprov Sumut menunda pembentukan Dewan Kesenian Sumut (DKSU) untuk kemudian membentuk DKSU dengan cara-cara yang aspiratif dan bermartabat.

Disarankan, “Disbudpar harus menyelenggarakan musyawarah kesenian Sumut dengan agenda menyusun strategi pembangunan kesenian, sekaligus memutuskan perlu tidaknya ada DKSU,” tegas Hutagalung.

Siap Memfasilitasi
Menanggapi berbagai hal tersebut, Kadisbudpar Sumut Elisa Purba menegaskan jajarannya adalah fasilitator bagi segala kegiatan seni budaya masyarakat di daerah ini. “Kami siap menjadi fasilitator sebagaimana arahan Bapak Presiden Jokowi,” kata Elisa.

Terkait itu, fihaknya sangat mengharapkan kerjasama dan dukungan dari semua stake holder seni budaya di daerah ini, terutama dalam penyusunan rencana maupun penyelenggaraan kegiatan seni budaya dengan memberdayakan peran seni budaya di dalam meningkatkan moral dan martabat Sumatera Utara.

“Pertemuan hari ini kami maksudkan sebagai langkah untuk saling mendukung antara Disbudpar Sumut dengan stake holder kesenian.”

Pertemuan ini sendiri digagas Kadisbudpar Sumut dengan mengundang Panitia Musyawarah Kesenian Medan. Ketua Panitia Musyawarah, Rianto Aghly, berterimakasih atas dukungan Disbudpar Sumut terhadap penyelenggaraan musyawarah itu, sekaligus berharap Disbudpar Sumut bisa segera menyelenggarakan Musyawarah Kesenian Sumut. (rel)