Dinas P2K Minta Dibangunkan 3 UPT

105

Medan|SUMUT24
Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan meminta dibangunkan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT), dikarenakan sulitnya melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran di beberapa wilayah di Kota Medan.

“Saat ini, kita hanya memiliki tiga UPT, yakni di Kawasan Industri Medan (KIM), Belawan dan Amplas serta satu pos induk di inti kota,” sebut Kepala Dinas P2K, Albon Sidauruk, dalam rapat pembahasan P-APBD Kota Medan TA 2019 bersama Komisi IV DPRD Kota Medan, Senin (12/8) yang dipimpin Parlaungan Simangunsong.

Untuk wilayah-wilayah tertentu, seperti kawasan Permunas Mandala, Johor, Selayang, Tuntungan, Medan Timur dan Medan Perjuangan, kata Albon, masih kesulitan dijangkau. “Jadi, pembangunan UPT yang kami ajukan nantinya dibangun di Tuntungan, Sunggal dan kawasan Mandala Medan,” katanya.

Untuk di Tuntungan, sebut Albon, dibangun dekat Pasar Induk. “Jika bisa direalisasikan, UPT ini bisa menjangkau kawasan Johor, Selayang dan Tuntungan,” ucap Albon.

Albon mengaku, pihaknya sudah ajukan permohonan itu ke Perkim, namun belum bisa direalisasikan tahun ini. “Kalau soal lahan, tidak ada masalah karena di kawasan itu Pemko memiliki lahan,” katanya.

Untuk megcover kawasan Sunggal dan Helvetia, sambung Albon, pihaknya meminta dibangunkan UPT dikarenakan jangkauan ke wilayah itu dari inti kota bisa mencapai 30 menit jika terjadi kebakaran.

“Begitu juga dengan kawasan Mandala dan Pancing, kita meminta dibangun UPT. Untuk kawasan ini kita juga sudah melakukan survei lokasi untuk pembangunan pos,” jelasnya.

Tidak hanya UPT, Albon, juga mengharapkan pembangunan satu Pos penyimpanan air sehingga proses pemadaman bisa lebih mudah.

Ajukan Perda.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas P2K berencana mengajukan Peraturan Daerah (Perda) terkait Pencegahan dan Pemadam Kebakaran.

Albon mengakui, 2020 pihaknya sangat berharap Pemko Medan memiliki Perda tersebut agar pelayanan Dinas P2K bisa lebih maksimal lagi. (R02)

Loading...