Dinas Lingkungan Hidup Gelar Clean Up Danau Toba, Masyarakat Harus Berperan Aktif Jaga Kelestarian

103


Dinas Lingkungan Hidup Gelar Clean Up Danau Toba, Masyarakat Harus Berperan Aktif Jaga Kelestarian

TOBASA I SUMUT24.co
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara menggelar pembersihan danau toba atau ” Clean Up Danau Toba. kegiatan tersebut digelar di Desa Saribu Raja Janji Maria Balige Kabupaten Toba Samosir, Selasa (4/12). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Dr.Ir. Binsar Situmorang M.Si, MAP dalam acara tersebut mengatakan, Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik air tawar terbesar di dunia, dan merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, memiliki luas perairan sepanjang 100 km dan lebar 30 km yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Danau Toba yang terletak di pegunungan Bukit Barisan dan dikelilingi oleh 7 Kabupaten di Sumatera Utara dengan luasnya 1.145 kilometer persegi menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara dan luasnya lebih besar dari Singapura 716 km. Danau Toba tercatat sebagai danau air tawar kebanggan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara, karena keindahan panorama
alamnya, kenyamanan dan kesegaran udaranya, keasrian dan keterpaduan
lingkungan alam, keramahan penduduk yang bermukim disekitarnya, serta nilai budaya dan adat tradisional yang tinggi, yang kesemuanya itu menarik perhatian dan respon bahkan oleh dunia internasional. Menurut data dan referensi ilmiah yang tersedia serta fakta di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem Danau Toba sendiri sangat terancam dengan kualitas air berikut biota air yang semakin tereduksi, demikian juga dengan ekosistem darat dan hutan berikut keanekaragaman hayati yang berada didalamnya sebagai penyangga ketersediaan air. Hal ini menyebabkan dampak negatif yang luar biasa terhadap Danau Toba itu sendiri,ucapnya.
Ditambahkannya, Menurut data dan referensi ilmiah yang tersedia serta fakta di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem Danau Toba sendiri sangat terancam dengan kualitas air berikut biota air yang semakin tereduksi, demikian juga dengan ekosistem darat dan hutan berikut
keanekaragaman hayati yang berada didalamnya sebagai penyangga
ketersediaan air. Hal ini menyebabkan dampak negatif yang luar biasa terhadap Danau Toba itu sendiri, maka dari itu kita sebagai masyarakat Tobasa harus berperan aktif menjaga lingkungan kita sendiri dari hal-hal yang dapat merusak kelestarian Danau Toba itu sendiri seperi sampah, eceng gondok, limbah plastik, limbah rumah tangga dan lain-lain.Untuk menjaga kelestarian Danau Toba, Pemerintah mengeluarkan
Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang
Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya. Perpres ini mengatur dan menata sedemikian rupa Kawasan Danau Toba. Salah satu tujuan Perpres ini adalah menjaga ketersediaan air di seputar Kawasan tersebut. Namun hingga kini belum dirasakan maksimal penerapan dari Perpres tersebut. Pemikiran yang berorientasi pada investasi komersial tanpa memprioritaskan kondisi danau toba, baik kelestarian, kebersihan dan debit air danau toba itu sendiri masih menjadi hal yang paling utama.
Salah satu penyebab yang merusak kelestarian Danau Toba adalah
limbah, baik berupa limbah dari hasil kegiatan atau produksi maupun limbah rumah tangga. Untuk mengantisipasi masalah kerusakan
lingkungan akibat limbah, perlu ada sinergi antara pemerintah pusat,
pemerintah provinsi dan ketujuh kabupaten serta masyarakat yang ada di kawasan Danau Toba.
Mengenai kegiatan ini yaitu Clean Up Danau Toba, yang disebut juga dengan istilah “Gotong Royong” adalah bagian dari upaya mensinergikan program untuk mengurangi pencemaran di kawasan
Danau Toba. Kuatnya arus globalisasi dan perkembangan zaman yang
begitu cepat dampaknya juga memicu perubahan gaya hidup warga masyarakat menuju sikap serta kepribadian individualistis. Hal tersebut secara signifikan berdampak pada lunturnya semangat bergotong royong dan lama-kelamaan kegiatan kemasyarakatan ini seolah hilang. Kuatnya arus globalisasi tentu tidak dapat kita bendung, namun tetap perlu dihadapi dengan bijak. Sebagai masyarakat yang hidup di zaman ini tentu saja perlu untuk mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi budaya asli bangsa juga jangan sampai hilang. Marilah bersama-sama kita galakkan kembali semangat bergotong royong dalam rangka menumbuhkan rasa cita, persaudaraan, kebersamaan serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Mengingat begitu pentingnya peranan gotong royong dalam menjaga kelestarian Danau Toba, maka saya menghimbau kepada kita semua
untuk secara masiv mensosialisasikan serta menggerakkan kembali semangat bergotong royong . Secara khusus pihak aparatur sipil negara dan perangkat desa dapat mengawalinya dengan mengadakan kegiatan bersih-bersih di kantornya, kemudian mengajak masyarakat untuk membersihkan daerah tempat tinggalnya masing-masing, serta
berinisiatif untuk membersihkan secara kontinue kawasan danau toba
yang kita cintai ini. Saya berharap gotong royong dapat menjadi salah
satu warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun,
damai, adil, sejahtera serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam Acara tersebut juga dihadirkan adanya penyuluhan dari Universitas Sumatera Utara tejatang Sanitasi dan Penghijauan Guna meningkatkan Kebersihan Danau Toba dan Model Sanitasi Murah dan Sederhana
Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Lingkungan Hidup Provsu Binsar Situmorang, Kades Saribu Raja, Camat Balige serta undangan lainnya. (W03)

Loading...