Didirikan Sejak tahun 1775, LIPPSU Minta Masjid Jaya Ar-Rahman Menjadi Cagar Budaya Religi

Langkat I Sumut24.co
Pemprovsu dan Pemkab Langkat diminta untuk menyelamatkan Masjid Jaya Ar-Rahman di Kelurahan Bingei, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, yang tercatat sebagai masjid tertua di Sumut.

“Kita berharap ada perhatian serius dari Gubsu dan Bupati Langkat untuk menyelamatkan masjid bersejarah yang menjadi saksi bisu jejak penyebaran Islam di wilayah itu,” kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid Jaya Ar-Rahman, Adham kepada Wartawan di Langkat, Jumat (24/6).

Adham mengklaim masjid tersebut diperkirakan didirikan sekitar tahun 1775 atau sudah berusia sekitar 247 tahun oleh Raja Bingei, namun masih berdiri kokoh serta beberapa kali pernah direnovasi dan terakhir pada 2017 lalu.

Adham, yang didampingi Direktur Esekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik yang ikut membantu renovasi masjid itu, mengaku prihatin dengan kondisi rumah ibadah yang sekitar 85 persen ornamennya masih asli itu.


Disebutkan Adham, masjid yang berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu hingga kini kini masih dipakai untuk kegiatan ibadah. Bukan hanya warga dari Kelurahan Bingei, tetapi masyarakat dari kelurahan lainnya menjalankan ibadah di sana.

Namun, masjid berusia ratusan tahun itu memerlukan perawatan khusus, mengingat kayu penyangga yang sudah berusia ratusan tahun tampak sudah terkelupas bagian luar.

Amatan Waspada, sejumlah tiang kayu telah dilapisi semen di bagian luarnya untuk memperkokoh bangunan masjid tersebut dan seluruh atap kayu yang khas bertingkat dua, yang merupakan seni peninggalan sejarah Kerajaan Bingei tampak sudah dicat warna kuning terang.

Kendati demikian rumah ibadah yang mimbar dan tiang penyangganya tersebuat dari kayu ini sama sekali tidak rusak termakan zaman dan rayap.

“Kita sangat berharap ada upaya penyelamatan berupa bantuan dana, penyediaan guru bagi masyarakat yang ingin mengaji di sana,” kata Adham.

Adham mengaku Gubsu Edy Rahmayadi sudah dua kali mengunjungi masjid tersebut, begitu juga Bupati Langkat Syah Afandin dan Dandim setempat. “Namun hingga ini saya kira perhatian mereka belum maksimal,” katanya.

Senada, Direktur LIPPSU Azhari AM Sinik yang concern dengan pembangunan masjid Jaya Ar-Rahman menyebutkan, rumah ibadah yang berukuran 10-15 meter itu membutuhkan dana Rp 1,5 miliar. “Itu untuk pembangunan menara, perluasan sarana dan prasana lainnya,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melaksanakan renovasi masjid itu dengan dana seadanya.

Sinik juga meminta Pemkab Langkat untuk mengusulkan Masjid Jaya Ar-Rahman ini jadi cagar budaya religi ke pemerintah pusat, agar nanti ada bantuan khusus untuk mempertahankan bentuk aslinya.

Ditambahkan Sinik, Saat ini pemasangan lampu dan sumur bor dan mesin pengisap air sumbangan dari Erry Siregar kepala UPT BMBK Sumut, Lampu-lampu bantuan dari Ismail P Sinaga kepada BPKAD Sumut dan lainya. Penggantian dinding yang sudah keropos dibuat dinding yang berkualitas dan sangat baik, pergantian tiang balok bawah, penggantian pintu dengan motif yang sama, pergantian tangga dengan motif yang sama, lantai dikembalikan seperti semula, serta pengecatan keliling karena.

Tahap kedua akan dilakukan perluasan halaman masjid, karena dipinggiran sungai agar bisa maksimal, pembuatan taman lancang kuning, perahu lancang kuning didepan sungai sebagai monumental sebagai ciri khas Melayu sebagai tujuan wisata. Pembangunan pondok Tahfiz Alquran dengan bangunan ciri khas Melayu. dengan selesainya pembangunan renovasi Masjid Insha Allah akan diresmikan oleh Gubsu Edy Rahmayadi.red2