Demi Bela Abang Adik Kena Bacok

SIANTAR | SUMUT24
Manaor Pardomuan Sihite (40), warga Jalan Patuan Anggi, Kecamatan Siantar Utara, harus dirawat intensif di RS Horas Insani. Pasalnya ia terkena bacokan saat hendak membela abangnya James Sihite (45) yang berkelahi dengan Natal Hutapea (35).

Peristiwa itu terjadi di warung tuak milik James di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Naga Pita, Selasa (7/6) sekira pukul 22.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada bagian kepala depan dan kedua tangan mengalami luka-luka.

Informasi dihimpun, sejak pagi tersangka merupakan warga Jalan Rakutta Sembiring, Gang Selamat sudah berada di warung James Sihite. Namun, pagi itu antara tersangka dan pemilik warung sudah terjadi perdebatan mulut, gara-gara pemilik warung melarang tersangka yang hendak mengonsumsi narkoba di warungnya.

“Kulihat dia (tersangka) hendak memakai narkoba di warung saya. Makanya dia kularang. Mungkin sakit hati dia,” terang James abang kandung korban.

Singkatnya, sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka minum tuak bersama laenya marga Gultom masih di warung tersebut. Yang mana warung tersebut merupakan warung kopi sekaligus warung tuak.

“Mulai pagi dia (tersangka) sudah di warung ini. Sampai malam dia masih tetap di warung ini. Tapi malam itu, dia minum tuak bersama laenya marga Gultom yang kerjanya super angkot,” papar James.

Masih kata James, ketika warung tuak hendak tutup, ia menangih pembayaran minuman tersangka. Saat ditagih, malah tersangka kembali marah dengan membentak pemilik warung itu.

“Aku tagih pembayarannya Rp80 ribu. Katanya dia mau utang, saya ngak kasih. Penjualan satu hari pun hanya Rp200 ribu, yang diutangnya Rp80 ribu. Saya minta tolong biar ngak utang, biar ada uang modal untuk diputar lagi. Tapi dia merepet dan marah-marah,” beber James.

Disela perdebatan itu, ternyata James menghubungi adiknya Manaor Pardomuan Sihite agar datang ke warungnya. Dalam hitungan menit, Manaor tiba di warung tuak.

“Memang aku panggil adikku itu. Saya minta tolong samanya karena dia (tersangka) sudah buat ribut di warung saya,” katanya.

Saat korban tiba di warung, korban melihat abangnya dan tersangka masih terjadi perdebatan mulut. Saat korban hendak menengahi persoalan itu, tiba-tiba tersangka mengambil sebilah parang dari dapur dan membacokkannya ke kepala korban.

Meski kepala sudah dibacok, korban masih melakukan perlawanan dengan mengambil satu stik biliar dari warung tuak tersebut dan mengejar tersangka. Sementara, tersangka setelah pembacokan tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba AKP Hiltom Marpaung, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian. “Kasusnya masih kita selidiki. Sementara tersangka masih kita lakukan pengejaran,” ujarnya singkat. (met)