DBD Kembali Makan Korban “Selamat Jalan, Nak, Pemerintah Kita Belum Mampu Lindungi Warganya”

6951

HUMBAHAS | SUMUT24
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban. Kali ini korban dari virus nyamuk aedes agypti merengut nyawa anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Rudi Sinaga (42) dan Bregina Boru Marbu (47) , yaitu Raditia Sinaga (6) warga Doloksanggul, kabupaten Humbahas, yang di makamkan di rumah orang tua ayahnya Raditia Sinaga di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kamis,(4/8).
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari salah seorang warga Desa Hutajulu Joni Sihite (50) menceritakan, bahwa Raditia seorang murid kelas 1 SD Santa Lusia Dolok Sanggul ini, awalnya kondisi tubunya saat itu panas tinggi sebelum dibawa ke RSUD Dolok Sanggul. Kemudian, orangtua Raditiapun membawa korban ini ke pihak medis susteran Katholik yang ada di Doloksanggul. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Kemudian dilanjutkan lagi ke RSUD Dolok Sanggul tepatnya, Jumat (29/7) lalu. “ Dari situlah, ketika masih mendapat perawatan hingga Sabtu (30/7), kondisi Raditia bukannya membaik malah memburuk, lalu orangtuanyapun merujuk agar Radiatia dibawa ke Rumah Sakit Siloam Medan, ”ujar Joni.
Masih kata Joni, sesampainya di Rumah Sakit Siloam, Raditia mendapat penanganan medis pada Minggu (1/8) lalu, akan tetapi, kondisi Raditia juga tak kunjung membaik, dan akhirnya pada hari Selasa,(2/8) sekitar Pukul 01.00 WIB dini hari, Raditia menghembuskan nafas terakhirnya. “Sejak dirawat di Rumah Sakit Siloam, ketahuanlah bawa sakit anak kita ini positif DBD, itu kata dokternya kepada orangtuanya,” ucap Joni yang turut sedih saat kehilangan sesosok anak yang di kenal ramah itu.
Dari pantauan SUMUT24 menyebutkan, bahwa bocah yang dikenal pintar dan ramah ini, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat-kerabat dari ayah dan ibunya, serta lokasi di rumah duka pun juga dipenuhi oleh isak tangis sanak keluarga yang tak terbendung saat bocah malang ini meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.
Begitupun, kepergian Raditia mengundang kekecewan atas pelayanan dan kewaspadaan pemerintah setempatnya. Seperti diungkapkan oleh, marga Sinaga, Purba dan juga ayah, Raditia. “ Sudah begini, siapa yang tanggungjawab, diamana sebenarnya peran Pemerintah?,” kata Sinaga dan Purba saat disela-sela acara penguburan Raditia
Ucapan rasa kekecewaan mereka dikarenakan ketidak adanya kewaspadaan pemerintah dalam menangani penyakit DBD yang semakin hari semakin banyak memakan korban. “Seharusnya pemerintah berperan aktif, dan lebih peka lagi, apakah pemerintah benar-benar tidak tau atau berpura-pura tidak tau dalam masalah ini, ” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Budiman Simanjuntak melalui Kepala Bidang Pencegahaan dan Pemberantas Penyakit dr Tahan Simamora kepada wartawan mengaku tidak mengetahui adanya penambahaan korban jiwa akibat terkena DBD.” Saya belum tau kalau ada yang meninggal karena DBD, dan setau saya, menurut data hasil laporan pihak rumah sakit Dolok Sanggul, penderita DBD dari 40 orang yang sebelumnya, sudah bertambah 3 orang lagi. “ Cuma itu yang kita tau, tapi nanti akan kita cek dilapangan kebenaran itu,” kelitnya.
Direktur RSUD Dolok Sanggul, dr Sugito Panjaitan kepada wartawan membenarkan adanya perawatan sementara dari rumah sakit soal Raditia. Ia mengaku, perawatan sementara kondisi Raditia demam dengan terombosit turun. “ Jadi ini mengarah ke DBD, karena hasil cek laboratorium terombosit turun,” kilahnya. (Kos)

Loading...