Corona Virus VS Corona Politik

128

Corona Virus VS Corona Politik

Oleh : Hasan Basri Siregar wartawan Harian Sumut24

Secara umum masyarakat menafsirkan Corona Virus sebagai Bakteri halus, yang hanya bisa dilihat alat khusus seperti mikroskop. Sedangkan alat mikroskop merupakan Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat). Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati ( melihat) organisme berukuran kecil (mikroskopis).

Advertisement

Sedangkan “Virus” itu sendiri adalah mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel makhluk hidup. Virus hanya dapat bereplikasi di dalam sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Semua bentuk kehidupan dapat diinfeksi oleh virus, mulai dari hewan, tumbuhan, hingga bakteri dan arkea.

Lain halnya dengan Corona Politik, Corona Politik secara umum masyarakat awam akan mengartikan itu sebagai permainan kepentingan. Bila di politisasi kearah kepentingan ekonomi maka akan berdampak harga harga akan melambung seperti, sarung tangan, obat- obatan, masker dan lain sebagainya.

Lebih parah dan dahsyat nya lagi bila Corona Politik di arahkan kearea kepentingan ” Agama”. Para politikus akan mendramatisir Corona Virus itu sangat membahayakan, sampai-sampai beberapa mesjid ditutup, tempat keramaian di stop dan sekolah juga diliburkan. ujung ujungnya kitapun mengetahui anggaran APBN,APBD di gelontorkan……..

Seandainya setiap masalah itu muncul secara Buming, seperti kasus Corona Virus, kasus Jiwasraya, ditangani secara profesional oleh para ahli di bidangnya masing-masing, tentu hal itu tidak menimbulkan kehebohan dan ketakutan di tengah tengah- tengah masyarakat.

Oleh karenanya, marilah kita melihat persoalan itu secara profesional juga. Biarkan persoalan itu ditangani oleh ahli di bidangnya.kita yang tidak menguasai bidang itu jangan malah ikutan, apa lagi “membumbui” untuk kepentingan sesaat. yang pada akhirnya negri ini porak poranda.

Untuk itu, para stekholder berikanlah masyarakat itu Edukasi dengan keahliannya, jangan justru sebaliknya, seolah mereka berbicara dengan kepintarannya, padahal yang disampaikannya itu kebodohan nya.***

Loading...