Copot dan Tangkap Saut Situmorang

498

MEDAN-SUMUT24

Pernyataan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang yang dianggap menghina Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), terus menuai kritikan tajam.

Koordinator Koalisi Relawan Jokowi -JK, Amirullah Hidayat menyebutkan, pernyataan Saut Situmorang tersebut adalah satu tindakan tercela. Ini menunjukan bahwa Saut Situmorang tidak layak menjadi pemimpin lembaga negara seperti KPK.

“Kita melihat kasus penghinaan yang dilakukan pejabat negara terhadap organisasi ormas Islam sudah sering terjadi. Belum selesai kasus penghinaan Ruhut Sitompul Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat kepada Muhammadiyah, kini sudah terjadi lagi penghinaan terhadap organisasi Islam yakni HMI yang dilakukan oleh Saut Situmorang Wakil Ketua KPK,” ujar Amirullah melalui Telepon Selulernya nya, Senin (9/5).

Ungkapan Saut Situmorang itu, kata Amirullah, tidak bisa dibiarkan dan harus ada tindakan tegas baik oleh penegak hukum yaitu kepolisian maupun pimpinan DPR RI Komisi III, selaku yang memilih Komisioner KPK.

“Sebab bila ini dibiarkan akan juga menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Jokowi JK. Bahkan bisa menjadi penyebab kerusuhan SARA di negeri ini, karena yang berkomentar menghina itu beragama Nasrani. Sedangkan organisasi yang dihina adalah ormas Islam. Jadi ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Amirullah.

Lanjut Amirullah, pihaknya akan meminta Komite Etik KPK untuk memeriksa dan memecat Saut Situmorang, karena sudah melanggar etika. Pihaknya juga meminta kepada kepolisian mengusut kasus ini dan menangkap Saut Situmorang, karena telah menyebarkan kebencian terhadap suatu golongan di Indonesia. Ini sudah jelas pidananya, jadi polisi sudah bisa bertindak,” tegas Amirullah Hidayat yang juga Wakil Sekretaris Majelis Pelayan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Ketua Kordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Sementara itu, Saut Situmorang melalui WhatsApp-nya, terkait kritikan pihak HMI, tidak mau memberikan komentar.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang, meminta maaf kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Anak Medan ini meminta maaf karena sebelumnya menyebut kader HMI ketika sudah menjadi pejabat publik dekat dengan korupsi. Pernyataan itu dilontarkannya saat menjadi host di salah satu stasiun TV.

“Terkait dengan pernyataan di acara di sebuah stasiun TV pada Kamis 5 Mei, ada menyebut nama HMI. Maka dari itu saya perlu memberikan klarifikasi,” katanya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers (konpers), di Kantor KPK, Senin (9/5).

Dikatakannya, sama sekali tak bermaksud menyebut kader HMI yang sudah menjabat di jabatan publik dekat dengan korupsi. Dia mengaku pernyataannya itu di luar pengawasan pikirannya. “Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain. Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut,” ujarnya.

Saut mengatakan, pernyataan itu keluar dari mulutnya tanpa sengaja, dan di bawah kesadarannya. “Pernyataan itu di alam bawah sadar saya. Kami percaya, HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia bisa menjadi mitra KPK untuk memberantas korupsi,” tambahnya.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat ini pimpinan KPK akan menemui jajaran pengurus PB HMI. Pimpinan KPK akan memberikan klarifikasi langsung ke PB HMI. “Untuk itu kami akan segera bertemu dengan pimpinan HMI,” ujarnya. (W03)

Loading...