Camat harus fokus pada tupoksi masing-masing

0
111

Deli Serdang | Sumut24

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deli Serdang, Drs Citra Effendi Capah MSP memimpin Rapat Koordinasi Penataan Kecamatan dan Masalah-Masalah Urgen di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (12/5/2022).

Rapat tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan , Putra Jaya Manalu SE MM, Para Kepala OPD/ Perwakilan, para Kabag dan Camat se Kabupaten Deli Serdang

Dalam rapat itu, Asisten I menegaskan upaya penataan kecamatan, baik penertiban pedagang kaki lima (PKL), dan lainnya sejauh ini belum maksimal.

“Melihat kondisi kecamatan, dalam masalah penertiban, penataan, baik PKL dan jalan. Tidak bisa dinafikan jika dalam penataan ini relatif kurang fokus, tentu kita menyadari karena memang sedang fokus dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Asisten I.

Namun, sambung Asisten I, mengingat situasi sudah membaik, penataan-penataan di kecamatan harus tetap menjadi perhatian. Pemerintah, baik kabupaten dan khususnya kecamatan.

“Camat sebagai kepala pemerintahan di kecamatan masing-masing, harus fokus dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya,” tegas Asisten I.

“Camat adalah perpanjangan tangan dari bupati. Baik buruknya di kecamatan adalah cerminan bupatinya. Karena bupati pada dasarnya memberi pertanggungjawaban kepada rakyat atas janji-janjinya, visi misinya kepada rakyat,” imbuh Asisten I.

Disebutkan Asisten I, ada beberapa kecamatan yang terlihat kurang serius dalam melakukan penataan. Karena, dari 22 kecamatan, baru 12 kecamatan yang menyerahkan laporan ke bupati.

“Ada 10 kecamatan yang apakah tidak open (bahasa Jawa, artinya peduli), tidak peka. Ini harus menjadi catatan bagi para camat. Agar ini bisa dirapatkan. Uraikan permasalahannya, langkah-langkah yang telah diambil, perangkat daerah mana yang terkait, dan apa rencana tindak lanjut yang akan diambil,” tegas Asisten I.

Dalam hal penataan kecamatan ini, jelas Asisten I, Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan sering berkeliling ke kecamatan tanpa pemberitahuan. Itu dilakukan bupati untuk melihat sejauh mana penataan yang dilakukan setiap kecamatan.

“Bupati ketika berkeliling ke kecamatan-kecamatan, memantau sampah di jalan, PKL memakan badan jalan yang sudah semrawut, melihat jalan dan parit yang rusak. Beliau menganggap ini adalah tanggungjawabnya. Sebagai beban moril sebagai bupati. Diberi kepercayaan memimpin kabupaten Deli Serdang. Merasa teririslah hatinya, melihat kondisi tersebut. Camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk peka atas semua hal itu,” tandas Asisten I. Rodes