Cafe Kawasan Ngumban Surbakti Tetap ‘ON’

MEDAN | SUMUT24

Pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi dan menganulir pengamanan dimalam ramadhan dengan menghimbau keseluruh pemilik/pengusaha hiburan malam diantaranya cafe live musik untuk tidak membuka usahnya selama sebulan penuh, seakan tidak mendapat respon positif.

Pasalnya, sejak hari pertama ramadhan, sejumlah cafe dikawasan Jalan Ngumban Surbakti tetap ‘ON’ alias membuka usahanya dengan tetap menyajikan berbagai minuman beralkohol yang memabukan.

Tidak hanya itu, pemilik/pengusaha cafe dikawasan Ngumban Surbakti, juga terkesan kebal hukum. Hal ini terpantau dari sikap pemilik/pengusaha cafe seolah bermain kucing-kucingan dengan aparat kepolisian yang melakukan razia.

Seperti pantauan awak media ini, Senin (13/6) dini hari, seperti cafe Karimata, cafe Sianturi, cafe Ratu dan sejumlah lapo tuak lainnya
dikawasan itu kembali membuka usahanya setelah aparat Polsek Sunggal
yang menggelar razia pergi.

Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marinduri ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan razia sejumlah cafe disaat umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan ramdhan.

“Benar, kita ada melakukan razia cafe yang membuka usahanya di bulan ramadhan dengan meminta untuk menutup segala aktifitas,” kata Kapolsek Sunggal.

Ketika diinformasikan, setelah kepergian petugas usai merazia lokasi
hiburan malam (cafe-red), Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marinduri
hanya menhucapkan ‘terima kasih infonya’, pungkas Daniel.(W02)