BSPSU Bersama Pesantren Modren Gelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemula

MEDAN | SUMUT24.co

Dalam rangka menumbuh kembangkan pengetahuan dalam menggunakan hak suaranya, Badan Silaturahmi Pesantren Sumatera Utara (BSPSU) bersama pengurus Pesantren Modren, menggelar silaturahmi kebangsaan dan sosialisasi pendidikan politik bagi para santriawan/santriwati.

Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula dalam Rangka Mewaspadai Penggunaan Politik Identitas Dilingkungan Pesantren yang bertemakan “Menolak Politik Identitas Serta Politilisasi Agama” bertempat di Pesantren Modren Jln. Pelajar, Medan Kota, Rabu (20/7/2022) malam.

Dalam pelaksanaannya dihadiri oleh. Ketua BSPSU, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, Msi dan para pengurus Pesantren Modren serta tenaga pengajar dan santriawan/santriwati.

Ketua BSPSU, Drs. H. Yulizar Parlagutan dalam sambutan dan dalam arahannya mengajak para santriawan/santriwati yang sudah bisa menetukan dan menggunakan hak suaranya harus memiliki wawasan yang luas.

Artinya, santriawan/santriwati untuk tidak segan segan bertanya kepada guru pendidik apabila belum memahami apa arti politik terhadap hak suaranya. Serta manfaatkan perpustakaan pesantren yakni dengan rajin membaca. Sehingga, para santriawan/santriwati didalam dunia perpolitikan berlandaskan identitas politik dapat dipahami menjadikan negara ini sebagai perwujudtan sesuai norma norma dan aturan yang ada.

“Dalam penggunaan politik identitas yang menghalalkan segala cara untuk lebih memahami hak suara para santriawan/santriwati. Sehingga tidak terjadi politik yang dapat terpecah belah di masyarakat dan mengganggu kehidupan bernegara dan keutuham NKRI,” ujar Ketua Badan Silaturahmi Pesantren Sumatera Utara (BSPSU), Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, Msi.

Ketua BSPSU, Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, kepada wartawan menjelaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di pesantren karena pesantren ada sebelum republik ini ada.

 

 

“Oleh karena itu, mari sosialiasikan politik ini ke tiap pesantren dan bukan hanya kepada para lembaga lembaga yang berkompoten saja. Pesantren ini ada sebelum republik ini ada. Maka mari kita jaga pesantren ini dari isu, fitnah dan hal negatif politik identitas. Mari bersama mensosialisasikan politik identitas ini kepada anak anak (santriawan/santriwati) agar mereka bisa lebih memahami,” ucap Yulizar.

Diakhir pesan dan arahan serta harapan, Ketua BSPSU, Drs. H. Yulizar Parlagutan terhadap para santriawan/santriwati di pesantren pada Pemilu 2024 mendatang, para santriawan/santriwati dihimbau untuk tidak ragu menggunakan hak suaranya yang dapat dirusak dan dipaksa oleh sistem dan bisa belajar dari apa arti menang dan apa arti kalah dalam memilih, ungkapnya mengakhiri.(W02)