Bidang Pendidikan Rentan Bersaing di MEA

0
1349

Medan | Sumut24

Bidang pendidikan masih dianggap rentan untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016. Kurangnya persiapan pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, tenaga pengajar dan sarana prasarana yang tidak mendukung dapat menjadi ancaman pada persaingan pasar bebas itu. Hal itu dikatakan Pengamat Pendidikan Sumut,M Rizal Hasibuan, SE, MSi, kepada wartawan, Senin (11/1).

“Bidang pendidikan rentan untuk bersaing di MEA. Seharusnya persiapan untuk menghadapi ini sudah sejak lama, tetapi tidak ada sinergi dari pemerintah,” katanya.

Menurut  ketua Lembaga Riset Publik (Larispa) Indonesia ini,  Indonesia hanya bisa menggunakan sistem bertahan untuk menghadapi MEA. Karena untuk bersaing dari bidang pendidikan masih jauh dari harapan.

“Tetapi seharusnya bukan bertahan saja, karena dengan bertahan pun sulit dengan sarana dan prasana,  yang belum memenuhi. Jangankan standar internasional,  lokal saja belum memenuhi. Misalkan juga fakultas ekonomi tidak terakreditasi yang sesuai. Bagaimana mau menghadapi MEA?,” terangnya.

Belum lagi, dengan pasar bebas ini, negara lain yang menjadi investor dengan bisa dengan mudahnya mendirikan sekolah-sekolah di Indonesia. “Inikan menjadi ketakutan yang besar di dunia pendidikan. Kemudian tenaga pendidikan yang berstandar nasional dengan pembandingan gelar Starata-1,”ucapnya.

Seharusnya, tenaga pengajar baik itu guru maupun dosen dibekali dengan bahasa inggris dan keahlian seperti komputer dan lainnya. Ia mencontohkan salah satu kampus di Riau yang mempersiapkan lulusannya untuk memasuki pasar negara-negara lain dengan pembekalan keahlian bahasa inggris. “Jika tidak demikian pendidikan kita bakal dibawah dengan negara lain,” pungkasnya.(nis)