BI Minta Warga Sumut Kurangi Penggunaan Bawang Putih dan Merah

58
Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat didampingi Direktur BI Andi Wiyana, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim kepada wartawan, Senin (10/2).

Medan I SUMUT24.CO
Untuk mencegah tingginya inflasi di Sumatera, masyarakat diminta agar mengurangi penggunaan (mengkonsumsi) bawang putih dan bawang merah. Apalagi harga bawang putih di pasaran saat ini tebus Rp80 ribu per kilogramnya. Himbauan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat didampingi Direktur BI Andi Wiyana, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim kepada wartawan, Senin (10/2).

Advertisement

Dampak dari virus Corona di Kota Wuhan Cina, ujar Wiwiek Sisto Widayat, sangat berpengaruh pada perkembangan ekonomi global dan lokal Indonesia khususnya di Sumatera Utara, terutama kepada inflasinya. Dikarenakan dilarangnya beberapa komoditi impor dari negeri Cina untuk masuk ke Indonesia, termasuk bawang putih dan beberapa macam buah-buahan impor dari negeri tirai bambu tersebut.

Khususnya di Sumatera Utara khususnya harga bawang putih langsung melonjak naik. Guna mengantisipasi kenaikan inflasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat mengganti kebutuhan bawang putih dengan bawang merah.

Dikatakannya, selain bawang putih yang tidak dapat tumbuh subur di Indonesia, kebutuhan masyarakat Sumatera Utara akan bawang putih juga cukup tinggi berkisar 15-20 ton perbulannya di Sumatera Utara.

Guna mengantisipasi kekurangan bawang putih di Indonesia umumnya dan Sumatera Utara khususnya, karena Indonesia hanya bisa memenuhi 10 persen saja dari keseluruhan kebutuhan bawang putih. “Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, kita harus membuka impor bawang putih dari India dan Brazil. Karena bawang putih tidak dapat tumbuh dengan subur di Indonesia, meskipun tumbuh namun umbinya kecil- kecil di Indonesia, dibandingkan dengan bawang putih yang tumbuh di negeri Cina, India dan Brazil,” ujar Wiwiek.

“Untuk itu diharapkan masyarakat jangan panik, dan tidak membeli bawang putih secara berlebihan. dan kalau bisa untuk sementara dapat menggantikan fungsi bawang putih, dengan bawang merah. Karena kalau kekurangan bawang putih di Sumatera, dapat dipasok bawang merah dari pulau Jawa,” terangnya. (R03)

Loading...